Sabtu, 28 Juli 2012

Arti Nikah Menurut Undang Undang Yang Berlaku Di Indonesia

Arti Perkawinan Di Dalam Aturan Hukum Undang Undang 1945


Di dalam Perkawinan atau Nikah hukum perkawinan yang berlaku saat ini adalah Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Hukum perkawinan ini menggantikan hukum perkawinan yang terdapat didalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Burgelijk Wetboek (Statsblad 1917 Nomor 129). Menurut UU Nomor 1 Tahun 1974, perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan untuk membentuk keluarga atau rumah rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dan menurut undang-undang perkawinan juga dikatakan, bahwa suatu perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum dan kepercayaannya masing-masing.

Perkawinan bagi mereka yang beragama Islam dilakukan oleh wali pengantin wanita (ayah kandung) di satu pihak dan pengantin pria di lain pihak, dihadapan pejabat Kantor Urusan Agama, yang kemudian dilakukan pencatatan dikantor KUA tersebut. Bagi mereka yang beragama Kristen maka perkawinan dilakukan dihadapan pendeta dari gerejanya. Setelah itu, pencatatan perkawinan dilakukan di kantor catatan sipil di setiap kabupaten/kotamadya. Akta perkawinan tersebut ditandatangani oleh kedua mempelai, berikut 2 (dua) orang saksi, pegawai pencatat, dan khusus bagi yang beragama Islam, dengan wali nikah atau yang mewakilinya, kemudian masing-masing suami-isteri mendapatkan salinannya. Berikut dibawah ini syarat-syarat perkawinan, antara lain :

  1. Perkawinan harus didasarkan atas persetujuan kedua calon mempelai;
  2. Pihak pria harus sudah mencapai umur 19 tahun, dan pihak wanita harus sudah mencapai umur 16 tahun;
  3. Setiap orang yang belum mencapai 21 tahun dapat melangsungkan perkawinan jika pengadilan telah memberikan ijin berdasarkan permintaan orang yang bersangkutan. Jika tidak mendapatkan ijin dari pengadilan, maka perkawinan harus mendapat ijin dari orangtua atau wali yang bersangkutan;
  4. Bagi yang beragama Islam, harus ada calon isteri, calon suami, wali nikah, dua orang saksi, ijab dan kabul.

Dalam hal perkawinan dilangsungkan antara calon suami dan calon isteri yang berbeda agama atau calon suami dan calon isteri menganut kepercayaan yang tidak diakui sebagai agama resmi negara sebagaimana yang disebutkan dalam penjelasan Pasal 1 Penetapan Presiden Nomor 1 Tahun 1995, bahwa terdapat 6 (enam) agama yang dianut di Indonesia, antara lain Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan konghucu, maka dalam beberapa kasus bilamana terjadi perkawinan tersebut, kantor catatan sipil menolak perkawinannya, sampai kepada salah satu pasangan calon suami atau isteri tersebut menundukan diri kepada agama pasangannya atau melakukan perkawinan di luar negeri yang kemudian baru dicatatkan di Indonesia.

Sumber : http://www.tanyahukum.com/keluarga-dan-waris/173/perkawinan-menurut-undang-undang/

0 komentar:

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More
Selamat datang di artikelnikah.com adalah situs kumpulan tentang seputar pernikahan, apa yang perlu dipersiapkan sebelum pernikahan dan tips-tips menghadapinya, dapat anda temukan di artikelnikah.com. artikelnikah.com juga menghadirkan voting tentang relevansi waktu persiapan nikah, layaknya sebuah acara nikah, dan masih banyak lagi. Anda sebagai pengunjung juga dapat mengisi kritik dan saran, atau mengirim artikel yang anda ketahui tentang pernikahan apapun itu di kirim melalui menu kirim artikel. Kami akan menampung dan memposting kiriman anda untuk keperluan pencari info bagi pengunjung yang lain. Terimakasih dan selamat berkunjung, salam artikelnikah.com.