Kritik dan Saran

Tidak menemukan artikel yang anda cari... silahkan email atau sms kami saja kritik dan sarannya ...

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 24 Februari 2017

Persiapan Membuat Denah Lokasi Pernikahan Dengan Barcode GPS

membuat denah barcode

Salah satu kerumitan persiapan pernikahan adalah dalam membuat undangan yang didalamnya terdapat denah lokasi. Pada era yang sudah sangat modern ini kita tidak asing lagi pada gaget yang kita gunakan yaitu perangkat handphone yang didominasi oleh operasi sitem android. Nah didalam os android ini salah satu yang termasuk dapat kita pakai untuk mencari lokasi adalah dengan aplikasi MAPS yang sudah termasuk dalam OS android yang kita sering pakai. Kenapa tidak kita pakai saja untuk memudahkan tamu anda dalam mencari lokasi acara pernikahan anda.
Lalu bagaimanakah cara merubah alamat lokasi rumah, gedung, venue menjadi sebuah kode yang umum digunakan yaitu BARCODE ( suatu kumpulan data optik yang dibaca mesin. Barcode mengumpulkan data dari lebar garis dan spasi garis paralel dan dapat disebut sebagai kode batang atau simbologi linear atau 1D (1 dimensi) ). Kenapa harus barcode ? kenapa tidak pakai link location saja, jawabanya adalah dengan barcode kita bisa menyimpelkan panjang tulisan dan rumitnya link yang kita share di undangan. Misalnya berikut untuk alamat pernikahan kami bisa melalui GPS dengan Link berikut : https://www.google.co.id/maps/place/Hidden+Paradise/@-6.3584381,106.7595796,17z/data=!3m1!4b1!4m5!3m4!1s0x2e69ef1b92c8bbb5:0xe5db8535a47aa529!8m2!3d-6.3584381!4d106.7617683?hl=id&authuser=0 kode link yang panjang bukan. Banyak dari tamu undangan pernikahan anda pasti akan malas menulis di hanphone nya, kalaupun menulis pasti kemungkinan kesalahan juga banyak. Jadi dengan memajang barcode ini tamu anda dapat dengan mudah mendeteksi lokasi tempat pernikahan anda.
Kenapa tamu undangan kita tidak mencari sendiri di google maps? Ini bisa saja dilakukan tamu undangan anda, tapi banyaknya tempat lokasi pernikahan akan membingungkan tamu undangan anda mana yang valid karena biasanya kalau dengan search manual gps hanya meraba2 seperti kurang valid, ini berbeda dengan cara pemakaian link yang dikonversi ke barcode yang mengirimkan Link lokasi pernikahan yang valid sehingga maps gps yang di tuju pun lebih valid.
Lalu bagaimana cara mendapatkan link lokasi pernikahan ?
Disini ada beberapa cara baik dari yang ter rumit sd yang paling simpel yaitu :
1.    Bisa minta share location di aplikasi WA atau whatsapp dari penyedia tempat lokasi acara pernikahan yang anda sewa (Misal kalau hotel bisa minta share location resepsionisnya mungkin)
2.    Dengan cara search di google map sesuai nama lokasi yang akan anda gunakan untuk acara pernikahan. Setelah ketemu di google map tandai dan copy link yang ada di addres bar setelah Http itu.
3.    Yang paling rumit tapi yang paling valid adalah dengan cara saat anda meninjau lokasi anda bisa aktifkan share location anda baik yang ada di aplikasi bbm atau aplikasi whatsapp, lebih direkomendasikan di whatsapp karena lebih valid. Sesudah anda sampai di lokasi yang akan digunakan untuk acara pernikahan jangan lupa hidupkan menu Lokasi / Location yang ada di menu android agar lokasi ter akurat anda terbaca koordinatnya oleh satelit. Share bisa ke keluarga atau calon anda masing2 agar tersimpan datanya.

Setelah anda mendapatkan link lokasi kemudian anda konversi ke bentuk barcode dengan aplikasi berikut :
1. Bisa dengan Free Barcode Generator
2. Bisa dengan barcodesinc
3. Bisa dengan barcode.tec-it.com

Atau dengan barcode reader online yang ada di internet rata2 semua free. Untuk cara konversi ikuti langkah2 yang ada di website tersebut masing2. Biasanya tinggal masukan Link location yang sudah anda dapat kemudin di copy paste ke menu addres yang disediakan. 

Setelah terkonversi ke bentuk barcode, jangan lupa simpan file tersebut, biasanya dalam bentuk jpg. Jika ingin memastikan anda bisa coba baca barcode tersebut dengan aplikasi yang dapat di unduh dari playstore dengan nama BARCODE SCANER di playstore akan ada banyak pilihan yang bisa anda gunakan. Silahkan di unduh di hp anda, file ini rata2 di bawah 5mb cukup kecil saja. Setelah terunduh dan terpasang coba buka aplikasi tersebut dan pilih menu scan barcode lalu arahkan kamera hanphone di gambar barcode tersebut, tidak sampai 2 detik barcode reader akan mengkonversi ulang ke link yang bisa di buka di handhopne anda masing-masing melalui aplikasi MAPS.

Jika anda bingung cara mengkonversinya bisa serahkan data link alamat ke jasa pembuat undangan pernikahan, rata2 sudah mengerti cara membuat barcode tersebut jika anda memang tidak bisa mepersiapkan data pernikahan ini.

Walaupun denah undangan anda bisa lebih simpel dengan cara ini tapi tetapi kami anjurkan selalu menggunakan denah konvensional dengan digambarkan nama jalan dan nama lokasi seperti biasanya karena setiap orang belum tentu bisa menggunakan cara tadi.

*jangan lupa NB info di undangan anda bahwa denah barcode di baca dengan barcode reader yang bisa di unduh di playstore.
Cukup mudah dan sangat membantu bukan, silahkan dicoba. Dan di share

Senin, 19 September 2016

Pernikahan Alvin dan Larissa Chou


Dikutip dari Brilio.net - Beberapa waktu media sosial sempat dihebohkan dengan munculnya sosok pendakwah muda bernama Alvin. Lelaki muda itu tak lain adalah putra pertama ustaz Arifin Ilham. Sontak kehadiran Alvin membuat banyak wanita jatuh hati padanya dan ingin jadi istrinya. Kamu termasuk juga?

Sayang beribu sayang keinginanmu sepertinya bakal kandas. Pasalnya Alvin akan menikah dengan seorang mualaf cantik keturunan Tionghoa bernama Larissa Chou. Dalam ask/fm-nya Alvin mengkonfirmasi bahwa pernikahannya akan dilangsungkan minggu depan tanggal 6 Agustus 2016 di salah satu masjid di Bogor.

Larissa merupakan gadis berusia 20 tahun yang tumbuh di keluarga berdarah Tionghoa. Saat muda dia sudah mulai mencari-cari eksistensi ketuhanannya yang selama ini mengganggu pikirannya. Setelah perjalanan jauh akhirnya Larissa mantap memeluk agama Islam. Tak butuh waktu lama, sebulan setelah masuk Islam, Larissa sudah memakai hijab syar'i.

Proses pendekatannya dengan Alvin pun melalui taaruf bukan pacaran seperti remaja kebanyakan. Tak heran jika kemudian banyak remaja islam yang mengidolakan mereka. Larissa sendiri sering menjadi pembicara dalam berbagai seminar untuk menceritakan pengalaman hijrahnya.

Berikut Penampakan undangan yang digunakan :


Artikel :https://www.brilio.net/selebritis/larissa-chou-mualaf-cantik-calon-menantu-ustaz-arifin-ilham-160730q.html
Foto : http://sidomi.com/467732/larissa-chou-mualaf-cantik-tionghoa-resmi-jadi-istri-muhammad-alvin-faiz-putra-kh-arifin-ilham/

Minggu, 18 September 2016

Ben Kasyafani Resmi Menikah Lagi

Dikutip dari laman Bintang.com, Jakarta Ben Kasyafani siap mengisi lembaran baru dengan Nesyana Ayu Nabila. Karenanya, setelah resmi menikah, Ben mengakut tak ingin banyak mengungkit-ungkit kembali kisah lamanya bersama Marshanda. Dengan sikap yang demikian, dia ingin menjaga perasaan Ines.

"Ini ijab terakhir. Setelah ini mungkin aku enggak akan banyak bicara soal kehidupan sebelumnya, karena sudah ada lembaran baru. Enggak enak juga kalau dibanding-bandingkan nantinya," ujar Ben Kasyafani, di Ballroom The Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Sabtu (30/7/2016).
Meski demikian, Ben tetap berkomunikasi baik dengan Marshanda. Apalagi keduanya sepakat untuk membesarkan buah hati mereka, Sienna. Pun dengan Ines yang juga cukup berhubungan baik dengan mantan istri dari Ben.
"Sempat ketemu kok (dengan Marshanda), ngobrol-ngobrol. Kita ngobrol soal Sienna, gimana biar dia merasa nyaman," ujar Ines.

Sebagai bukti hubungan mereka masih baik, Ben Kasyafani dan Nesyana Ayu Nabila mengundang Marshanda ke resepsi pernikahan mereka. Resepsi sendiri digelar di lokasi yang sama, Ballroom The Ritz Carlton, Jakarta Selatan, pada pukul 19.00 WIB.

foto : http://www.liputan6.com/tag/artis-menikah
Artikel : http://www.bintang.com/celeb/read/2565237/resmi-menikah-ben-kasyafani-tutup-kisah-lama-dengan-marshanda

Penampakan undangan yang digunakan :

Sabtu, 17 September 2016

Seserahan Unik Dari Gilang Dirga


Gilang Dirga

Dikutip dari Liputan6.com, Jakarta Ada hal unik dari seserahan yang dibawa Gilang Dirga saat melamar sang kekasih, Adiezty Fersa. Host "Stand Up Comedy Academy Indosiar" ini menyertakan novel Harry Potter serta perlengkapan busana pengantin yang akan dikenakan Adiezty Fersa di hari pernikahan mereka nanti.

"Seserahan ini ada novel Harry Potter dari nomor 1-7. Karena dia memang suka dengan itu. Terus ada juga pakaian yang dia akan pakai dari ujung kepala sampai kaki," kata Gilang Dirga di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (17/8/2016).

Bukan cuma novel Harry Potter yang menyita perhatian. Ada juga panganan khas Palembang yang dijadikan Gilang Dirga sebagai bagian dari seserahan. Maklum, cowok 26 tahun ini berasal dari Ibu Kota Sumatera Selatan tersebut.


"Nah, iya ada juga pempek dan kue khas Palembang. Kalau ditanya kenapa kasih itu, karena memang gue dari Palembang," ungkap Gilang Dirga.

Akan tetapi, dalam lamaran tersebut Gilang Dirga tak melakukan pantunan yang telah menjadi tradisi masyarakat Palembang ketika melamar seseorang.

"Di Palembang itu lamaran biasanya pakai pantun, cuma itu memang enggak kami gunakan. Jadi lamaran biasa saja," ujarnya. (Ras)‎

Penampakan undangan pernikahan yang dipakai :


Minggu, 14 Oktober 2012

Memilih Hari Baik Pernikahan Menurut Katolik


Praktek Petung alias Mencari Hari Baik
Tinjauan Kritis dalam Perspektif Iman Katolik
F.X. Didik Bagiyowinadi,Pr

Hari Baik yang Kerap Merepotkan
Kita mengimani bahwa semua hari adalah baik, sebab Tuhan telah menciptakan bumi dan segala isinya sungguh baik adanya (Kej 1). Namun, untuk menentukan hari dan tanggal pernikahan, masih juga ada sebagian umat Katolik yang berusaha mencari hari baik. Kalau sudah urusan petung (mencari hari baik), mereka mulai kembali ke tradisi lama, entah dalam petung Jawa ataupun Tionghoa.
Mereka yang mencari hari baik dilatarbelakangi anggapan bahwa hari baik pernikahan itu menentukan kebahagiaan perkawinan (kelanggengan, rejeki, dsb). Maka masyarakat Jawa biasanya mengadakan pernikahan pada bulan-bulan tertentu yang diyakini membawa berkat, yakni bulan Jumadilakir (sugih mas salaka=kaya), Rejeb (kaya anak dan selamat), Ruwah (baik segala-galanya), atau bulan Besar (Sugih nemu sukaraharja= kaya dan menemukan kebahagiaan). Selanjutnya, dari bulan-bulan tersebut dipilih yang mempunyai hari Selasa Kliwon. Namun petung Jawa tidak berhenti di sini, masih perlu menentukan hari naas/sial yang mesti dihindari. Baru kemudian menentukan saat yang tepat (hari, tanggal, dan jam) untuk melaksanakan ijab kabul/pemberkatan nikah. Repotnya, penentuan hari dan jam perkawinan yang sedemikian rinci, kerap sulit dilayani, entah karena pada jam yang sama ada manten lain atau karena jam pernikahannya merepotkan romo. Misalnya, minta pemberkatan nikah pada jam dua atau tiga siang, sementara sore harinya romo masih harus mengajar katekumen/ misa.
Sementara, dalam tradisi Tionghoa, manakala orang tua calon mempelai ada yang meninggal, maka rencana pernikahan mesti dipercepat sebelum peringatan arwah 100 hari atau setelah habis masa kabungnya (3 tahun). Kesulitannya, bila memilih sebelum 100 hari, persyaratan administrasi gereja belum beres atau keluarga yang ditinggalkan masih merasa down dan berkabung. Sementara bila mesti menunda perkawinan sampai tiga tahun lagi, kedua calon mempelai yang tidak sabar.

Sekedar Contoh dalam Petung Jawa
Sebenarnya bagaimana Petung Jawa menentukan hari sial/naas yang perlu dihindarkan? Ternyata Petung Jawa memberi aturan yang cukup rumit. Menurut H. Djanudji, dalam Primbon: Empat Macam Petung (Surabaya: Agrisarana, 1999), ada tiga cara untuk menentukan hari naas/ sial, yakni:

    hari ketiga setelah hari kelahiran (misal: Mempelai pria lahir pada Selasa Wage, maka hari naasnya jatuh pada Kamis Legi);
    jumlah naptu hari dan pasaran kelahiran (misal: weton Selasa Wage adalah 7, maka perlu dihitung tujuh hari sejak Selasa Wage sehingga hari naasnya adalah Senin Kliwon).
    Hari meninggalnya orang tua mempelai juga merupakan hari naas yang perlu dihindari untuk akad nikah.

Sedangkan untuk menentukan hari, tanggal, dan saat akad nikah, masih ada banyak petung hari yang lebih rumit lagi.

Selain penentuan hari pernikahan berdasarkan weton (hari kelahiran), petung Jawa juga bisa menentukan hari baik-buruk berdasarkan tanggal Jawa seperti dimuat dalam Surat Centhini. Tanggal-tanggal yang dikategorikan baik diberi alasan dari peristiwa baik dalam kisah para nabi (versi Islam). Misalnya tanggal 1 dikategorikan baik karena Tuhan menjadikan Nabi Adam, tanggal 2 baik untuk pernikahan karena Tuhan menjadikan Hawa dan tgl. 4 tergolong baik karena Tuhan menjadikan Abil. Demikian juga pengkategori hari buruk, juga dikaitkan dengan pengalaman buruk dalam kisah para nabi. Misalnya tanggal 3 adalah buruk karena Tuhan mengusir Adam-Hawa. Tanggal 8 adalah hari buruk karena akan ada malapetaka seperti Tuhan mendatangkan air bah pada zaman Nabi Nuh. Tanggal 16 adalah buruk karena Tuhan membinasakan umat nabi Luth (peristiwa Sodom-Gomora?).

Tinjauan Kritis
Dari uraian di atas, bisa diajukan beberapa keberatan sebagai berikut:
Weton dan shio kelahiran seseorang kerap dikaitkan dengan sifat dan wataknya, sebagai dasar untuk menentukan bisa tidaknya kedua calon mempelai itu menikah. Terhadap pengandaian ini, bisa diajukan beberapa keberatan sebagai berikut:

    Benarkah sifat seseorang ditentukan oleh weton atau shio-nya? Bukankah bayi kembar yang lahir pada jam bersamaan memiliki sifat yang berbeda? Penilaian watak dan sifat seseorang berdasarkan weton dan shio, menganut paham determinisme, artinya sifat seseorang ditentukan oleh saat kelahirannya. Padahal kita tahu, sekalipun lingkungan cukup mempengaruhi pendidikan dan pembentukan watak manusia, seseorang masih bisa menolak pengaruh lingkungannya. Anak yang dibesarkan dalam keluarga broken-home, bukan berarti tidak bisa setia dalam pernikahan. Paham determinisme demikian mengabaikan adanya kehendak bebas manusia dan juga rahmat Tuhan yang memungkinkan kita mengatasi pengaruh buruk dari lingkungan sekitar.
    Barangkali dulu ketika urusan menikah masih dijodohkan orang tua seperti zaman “Siti Nurbaya”, perhitungan berdasarkan weton dan shio untuk mengenal calon pasangan, masih bisa dimaklumi. Tetapi pada zaman sekarang, orang sudah memilih sendiri siapa yang bakal menjadi teman hidupnya. Melalui proses pacaran mereka bisa saling mengenal sifat dan pribadi pasangannya. Dan kerap terjadi, akhirnya mereka menyadari sama-sama berwatak keras (bukan dari perhitungan weton atau shio,lho), tetapi toh mereka tetap nekad menikah karena sama-sama sudah saling mencintai. Adanya sifat dan watak yang kurang klop (kaku-lembut, ramai-pendiam), bukanlah suatu halangan, masih ada cara untuk menyiasati. Sementara perhitungan weton dan shio, langsung bilang, “Tidak bisa!” Apa dasarnya? Kata primbon dan “orang pinter”.


Selanjutnya penentuan hari naas/sial, tidak memiliki dasar yang kuat, sekedar othak-athik gathuk. Begitu juga hari buruk berdasarkan tanggal Jawa, kenapa musibah air bah zaman Nuh dijatuhkan pada tanggal 8, bukan tgl lain? Bukankah hal ini sekedar pengurutan kisah para nabi (versi Islam) dan diberi nomor urut 1 sampai 30?

Sudah Dibebaskan oleh Tuhan Yesus
Sebagai orang beriman, bagaimana kita mesti menilai praktek mencari hari baik dan hari buruk ini? Apa landasan iman bagi kita untuk mengambil sikap?

Pelbagai perhitungan hari baik-hari buruk di atas sebenarnya membuat orang merasa cemas. Orang khawatir dan takut dengan perjalanan perkawinannya, seandainya dilangsungkan pada “hari buruk”. Justru, suasana ketakutan dan teror inilah yang juga telah ditebus oleh Tuhan Yesus. Tuhan Yesus sungguh sudah membebaskan kita semua, membawakan kabar gembira, dan berseru, “Jangan takut!” (Lih. Mat 14:27). Kalau pada zaman dulu Tuhan Yesus telah membebaskan umat Yahudi dari belenggu peraturan Taurat versi kaum Farisi, saat ini Dia juga mau membebaskan kita dari segala perhitungan hari baik-hari buruk. Tuhan Yesus mau membebaskan kita dari warisan nenek-moyang yang membuat kita merasa takut. Tulis Rasul Petrus, “Kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu, bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus” (1 Ptr 1:18-19). Adapun alasan kita tidak perlu merasa takut adalah adanya penyertaan Tuhan sendiri. Sabda-Nya, “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat 28:20b).
Lalu bagaimana kaitannya dengan rejeki dan kebahagiaan perkawinan pada masa mendatang? “Situasi kehabisan anggur” bisa saja terjadi pada keluarga Katolik. Tetapi, sejauh kita menghadirkan Kristus dan Bunda Maria dalam keluarga kita, semuanya bisa diatasi. Asal kita mau mendengarkan saran Maria untuk melakukan apa saja yang diminta Kristus, masa depan tak perlu membuat kita merasa cemas dan takut (Lih Yoh 2:1-11; selanjutnya lihat renungan kami dalam Seri Kado Perkawinan 2, hlm. 103-111). Janji Yesus, “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya” (Yoh 15:8). Asalkan kita mau mencari dan mengusahakan Kerajaan Allah terlebih dahulu, maka semuanya akan ditambahkan kepada kita (Mat 6:33).

Bukan Hari Baik, tapi Sebaiknya Hari ....
Jika demikian halnya, bagaimana sebaiknya orang Katolik menentukan hari pernikahan? Dahulu Gereja Katolik mengenal “tempus klausus”, yakni waktu tertutup untuk mengadakan pernikahan, yakni pada masa Prapaskah. Namun Hukum Gereja sekarang (1983) meniadakan “tempus klausus” tersebut. Statuta Keuskupan Regio Jawa Pasal 136 no.3 menyebut “Tidak ada larangan melangsungkan perkawinan selama masa Adven dan masa Prapaskah, tetapi hendaknya sedapat mungkin dihindari pesta meriah yang kurang sesuai dengan suasana Prapaskah”. Menjadi pertanyaan, mungkinkah umat Katolik di Indonesia melangsungkan pernikahan tanpa mengadakan pesta? Jika ingin merayakan Sakramen Pernikahan dengan pesta, sebaiknya tidak memilih masa Prapaskah.

Selanjutnya untuk menentukan hari pernikahan yang ideal, kita tidak perlu lagi berpikir untuk mencari hari baik, tetapi berpikir untuk menentukan “sebaiknya hari ...”, artinya dengan menggunakan pelbagai pertimbangan yang logis dan wajar. Berikut ini kiranya hal-hal yang perlu dipertimbangkan.

    Pertama, apakah tenggang waktu persiapan pernikahan masih memungkinkan untuk melengkapi pelbagai persyaratan administrasi perkawinan gereja, mengikuti kursus perkawinan, penyelidikan kanonik, dan pengumuman gereja selama tiga minggu berturut-turut?

    Kedua, apakah “kelima orang” bisa bertemu, yakni kedua mempelai, pastor yang akan memberkati pernikahan, dan dua saksi pernikahan. Itulah yang minimal dituntut Hukum Gereja yang mesti hadir dalam pernikahan.

    Ketiga, apakah secara teknis gedung gerejanya masih kosong? Penentuan jam pemberkatan di gereja perlu juga mempertimbangkan bahwa romo dan koster gereja pun perlu istirahat.
    Keempat, kapan yang memungkinkan sebanyak mungkin tamu bisa hadir? Maka dewasa ini hari Sabtu-Minggu lebih banyak dipilih sebagai hari pernikahan.


Maka kesimpulannya, tidaklah salah Anda memilih hari pernikahan pada masa-masa dimana masyarakat sekitar umumnya menyelenggarakan pernikahan, namun tidak perlu sampai rinci mencari hari dan jam pernikahan berdasarkan petung tadi, tetapi cukup dengan pertimbangan logis-praktis “sebaiknya hari …”. Namun, Anda tetap bebas menentukan hari pernikahan di luar masa-masa umum (Rejeb, Besar, dll) tadi. Namun, ada sedikit catatan, untuk kita yang tinggal di masyarakat sekitar mayoritas muslim, tentunya tidak akan mengadakan pesta pernikahan pada bulan Ramadhan. Pilihan demikian tentu lebih didasarkan pada pertimbangan logis-etis untuk menghormati mereka yang tengah menjalankan ibadah puasa.
Demikianlah beberapa catatan mengenai penentuan hari pernikahan. Semoga memberi pencerahan.

Sumber :
http://imankatolik.or.id/forum/viewtopic.php?f=13&t=42&p=108#p108


Dan Sekalian Kami Lampirkan Prosedur Pernikahan di Gereja Katolik

    PROSEDUR PERNIKAHAN GEREJA KATOLIK
    A. TAHAP PERTAMA

        Pendaftaran pernikahan di Gereja melalui Sekretariat pada paroki masing-masing pada hari kerja (hari kerja dan waktu buka seketariat disesuaikan masing-masing paroki
        Membawa surat pengantar dari lingkungan calon mempelai (baik Pria dan wanitanya). Dalam hal ini Surat Pengantar untuk mengikuti KPP (Kursus Persiapan Perkawinan)
        Membawa Foto Copy Surat Baptis yang diperbaharui :
            Katolik dengan Non Katolik - Salah satu calon mempelai yang beragama Katolik
            Katolik dengan Katolik – kedua calon mempelai wajib melampirkannya

        Surat Baptis yang diperbaharui berlaku 6 bulan samapai dengan hari H (Pernikahannya)

        Membawa Pas Foto 3x4 masing-masing 3 lembar
        Menyelesaikann Biaya Administrasi KPP (Kursus Persiapan Pernikahan), besar biaya disesuaikan paroki masing-masing. Dan hal-hal yang berkaitan dengan pendaftaran KPP, bisa ditanyakan di seketariat maing-masing paroki.

    B. TAHAP KEDUA

        Selesaikan prosedur Tahap Pertama
        Mengisi fonnulir dan menyerahkan berkas-berkas pernikahan,
        yaitu:

            Surat pengantar dati lingkungan masing--masing
            Sertifikat Kursus Persiapan Pemikahan yg asli dan fotokopinya
            Surat baptis asli yang telah diperbaharui
            Foto berwama berdampingan ukuran 4x6 sebanyak 3 lembar
            Fotokopi KTP saksi pernikahan 2 (dua) orang yang Katolik

        Kedua calon mempelai datang ke Romo ybs untuk melakukan pendaftaran penyelidikan kanonik (harus datang sendiri, tidak dapat diwakilkan)
        Bagi calon mempelai yang belum Katolik danlatau bukan Katolik, harap menghadirkan 2 (dua) orang saksi pada saat penyelidikan kanonik untuk menjelaskan status pihak yang bukan Katolik. Saksi adalah orang yang benar-benar mengenal pribadi calon mempelai yang bukan Katolik dan bukan anggota
        keluarga kandungnya.
        Apabila kedua calon mempelai dari luar Paroki/Gereja dimana domisili calon mempelai harap membawa surat delegasi/pelimpahan pemberkatan pemikahan dari Pastor/Romo setempat (tempat Penyelidikan Kanonik

    C. PERNlKAHAN CATATAN SIPIL

        Datang ke sekretariat Gereja sebulan sebelumnya untuk pengurusan pemikahan catatan sipil dengan membawa: (Bila catatan Sipil dilakukan di Gereja setelah Pernikahan)

            Surat pengantar dari Kelurahan untuk pendaftaran perkawinan
            Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga Kelurahan kedua belah pihak
            Fotokopi Akta Kelahiran kedua mempelai
            Fotokopi SKBRI (WNI). Jika tidak ada, bawa SKBRI/WNI orang tua
            Untuk umat keturunan - Fotokopi Surat Ganti Nama (Bila tidak ada, lampirkan Surat Ganti Nama dari. orangtua)
            Pas foto berdampingan ukuran. 4 x 6 sebanyak 6 lembar

        Akan dibuatkan pengumuman ke kantor Catatan Sipil sesuai KTP yang bersangkutan dari calon mempelai. (kebijakan ini tergantung catatan sipil setempat)
        Pada hari "H", Akta Kelahiran asli kedua mempelai dan Surat Pemberkatan Nikah Gereja diserahkan kepada petugas Catatan Sipil
        Pencatatan pemikahan sipil bisa diurus oleh mempelai sendiri atau oleh Pihak Gereja.

    D. BIAYA

        Untuk besar Biaya disesuaikan dari kebijakan masing-masing Paroki yang bersangkutan dimana akan diadakn pernikahan tersebut. Biaya tidak terikat dan khusus bagi mereka yang kurang mampu, dapat menghubungi Romo Paroki yang bersangkutan, untuk mendapatkan keringanan, dan Bahkan bagi yang sama sekali tidak mampu diberikan kebebasan “semampunya” untuk mengganti biaya-biaya Administrasi.
        Biaya-biaya tersebut digunakan untuk :

            Pembayaran biaya-biaya administrasi, listrik Gereja terlebih bila Gereja tersebut ber-AC
            Pencatatan Pernikahan Catatan Sipil bila dilakukan di Sekretariat Gereja dan Biaya transport untuk Petugas dari Catatan Sipil setempat.

        Mintalah Tanda Bukti Pembayaran dari pihak sekretariat.
        Biaya-biaya diluar Keseketariatan yaitu:
            Bunga dekorasi
            Sumbangan tanda kasih untuk Paduan suara - langsung kepada
            dirigen/pimpinan Paduan Suara
            Iura Stolae bagi pastor/Romo yang memimpin upacara Pernikahan (yang sepantasnya berlaku umum). Iura Stolae diletakkan di dalam keranjang buah persembahan. Jika pemikahan dilangsungkan dalam pemberkatan (bukan misa), Iura Stolae diberikan langsung kepada imam setelah pernikahan.

     TIPS menghemat Biaya pernikahan

        Tidak menggunakan Weddings Organizer
        Bisa menggunakan fasilitas Kapel (bila terdapat kapel) sehingga biaya operasional gedung gereja lebih effisien (karena Kapel tidak terlalu besar baik dari segi ukuran bangunan maupun penggunaan Daya listrik (Ac bila ada)).
        Bila mempelai adalah anggota Paduan Suara (koor), bisa meminta bantuan team Paduan Suara / koor-nya
        Tidak menggunakan dekorasi bunga secara berlebihan

    Catatan:

        Weddings Organizer di luar tanggung jawab gereja dan tidak diperkenankan campur tangan dalam urusan liturgi di gereja.
        Jika upacara pernikahan dirayakan dalam misa kudus hari Minggu, maka liturgi yang di gunakan adalah liturgi hari Minggu yang bersangkutan.
        Persembahan untuk misa adalah: roti dan anggur, buah, bunga (Lilin tidak!)
        Mempelai dimohon mempersiapkan lektor untuk membaca doa umat dan 4 orang pembawa persembahan.
        Format teks pernikahan yang berlaku biasanya disediakan di paroki masing-masing (bisa hubungi pihak sekretariat paroki.
        Jika ada sumbangan sukarela untuk kas putera altar, diletakkan di dalam keranjang buah dengan keterangan yang jelas. Tidak diperkenankan memberi langsung kepada putera altar yang bersangkutan (jika hanya pemberkatan langsung diserahkan kepada imam yang bersangkutan).
        Tidak ada biaya untuk koster dan pihak sekretariat secara pribadi.
        Permintaan surat baptis yang diperbaharui atau surat-surat lainnya kepada pihak sekretariat dikenai sumbangan sukarela yang langsung dimasukkan dalam kotak sumbangan administrasi yang disediakan di kantor sekretariat.
        Hal-hal khusus lainnya langsung ditanyakan kepada pastor paroki

    E. PERSIAPAN-PERSIAPAN DAN KELENGKAPAN LAIN

        Yang perlu dipersiapkan oleh Pengantin ialah

        Bentuk Panitia dari keluarga (2-3 orang)
        Salib, Rosario dan Kitab Suci
        Persembahan: buah-buahan, dan bunga persembahan
        Bunga untuk Bunda Maria
        Menentukan/memilih kelompok Paduan Suara/Koor
        Buku Panduan Pernikahan (harap dikonsultasikan dahulu dan mendapat persetujuan dari Pastor/romo yang akan memberkati)
        Cincin Perkwainan kedua mempelai
        Saksi Pernikahan
        Dekorasi bunga (Lihat biaya diluar keseketariatan)
        Putera Altar akan disiapkan dari Gereja.
        Segala perlengkapan Gereja (kecuali yang disebutkan diatas) akan
        disiapkan oleh Koster Gereja

    Kebijakan Paroki Tentang Pernikahan Pada Masa Khusus
    Pada prinsipnya gereja dilarang merayakan misa ritual pada hari Minggu selama masa khusus. Aturan ini tercantum dalam Misale Romanum terbaru art. 372. beberapa hal yang harus diperhatikan melalui pernyataan di atas adalah:

    Misa ritual adalah perayaan yang berkaitan dengan sakramen (mis: pernikahan) atau sakramentali (pemberkatan rumah).
    Masa khusus meliputi:

    Adven

    Masa persiapan kita untuk menyongsong pesta Natal (hari kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus); sekaligus masa penantian eskatologis (kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya, yaitu dalam kemuliaan-Nya pada akhir jaman).

    Rabu Abu

    Abu adalah sisa-sisa pembakaran daun palma yang telah kering yang berwarna hitam. Dalam Kitab Suci, abu antara lain mengungkapkan:

        sesuatu yang tidak berharga;
        kesengsaraan;
        kerendahan diri di hadapan Allah (bdk. Kej 18:27);

    Dalam upacara Rabu Abu (awal masa prapaskah) dahi kita diberi abu untuk mengungkapkan kelemahan dan dosa kita yang ditandai dalam proses matiraga (puasa dan pantang) dan tobat.

    Prapaskah

    Mempersiapkan para calon Baptis untuk memberi arti dan menghidupi sakramen Baptis yang akan mereka terima pada Hari Raya Paskah/Masa Paskah.
    Mempersiapkan seluruh umat beriman akan Yesus Kristus untuk bisa lebih memaknai dan menghayati hidup dalam persatuan  dengan sengsara-wafat-kebangkitan-Nya.

    Pekan Suci (Minggu Palma - Kamis Putih - Jumat Agung -  Sabtu Suci -Malam Paskah - Minggu Paskah)

    Minggu Palma

      Perayaan kemenangan Kristus Raja dengan penyambutan-Nya di Yerusalem; sekaligus pewartaan penderitaan-Nya sebagai jalan menuju kemuliaanNya.

    Kamis Putih

    Mengalami kembali tiga penstiwa penting, yaitu:

        persembahan Tubuh dan Darah-Nya dalam rupa roti dan anggur kepada Bapa dan para rasul sebagai makanan dan minuman yang berdasarkan Kasih-Nya kepada dunia (pendirian sakramen Ekaristi);
        penugasan para rasul dan penggantinya dalam imamat yang juga dipersembahkan sebagai kurban;
        perintah Yesus mengenai Kasih Persaudaraan.

    Jumat Agung

    Merenungkan sengsara Tuhan Yesus Kristus, domba kurban  kita yang dipersembahkan dan kita menyembah salibNya (lih. 1Kor 5:7) melalui Sabda yang diperdengarkan untuk kita semua. Gereja mau menampilkan keikutsertaannya pada detik-detik terakhir sengsara dan wafat Yesus. Dan lewat Sabda yang dibacakan hari itu terungkaplah kekayaan teologi salibi
    pengorbanan total Allah untuk kita. Permenungan ini berangkat
    dari luka Kristus yang wafat pada salib disertai dengan doa bagi keselamatan seluruh dunia. Sifat Jumat Agung yang demikian ini menyadarkan kita untuk menghayatinya secara khusus sebagai hari tobat.

    Sabtu Suci

    Merenungkan penderitaan, wafat, dan turunnya Kristus ke  alam maut / dunia orang mati (lih. 1Pet 3:19). Saat itulah Yesus mewartakan keselamatan kekal kepada mereka yang mati sebelum Kristus hadir secara fisik. Begitu pentingnya makna Sabtu Suci ini sehingga tidak deperkenankan mengadakan sakramen-sakramen kecuali sakramen tobat dan sakramen pengurapan orang sakit (lih. Litterae Circurales De Festis Paschalibus Praeparandis et Celebrands art. 75).

    Malam Paskah

    Merupakan malam tirakatan (vigili) bagi Tuban (bdk. Kel 12:42 sikap berjaga-jaga bangsa di Israel yang akan dibebaskan dari perbudakan Mesir). Tirakatan ini diadakan untuk mengenang malam kudus Tuhan yang bangkit. Perayaan ini HARUS dilaksanakan pada waktu malam dan berakhir setelah fajar Minggu. Seperti umat Israel yang dibimbing oleh tiang api saat keluar dari Mesir, demikian juga orang-orang Kristiani pada gilirannya mengikuti Kristus Sang cahaya abadi dalam kebangkitan-Nya.

    Paskah

    Hari raya kebangkitan Tuhan telah tiba! Dengan demikian misa Minggu Paskah HARUS dirayakan dengan meriah.
    OktafPaskah

    Delapan hari khusus gereja untuk merayakan puncak dan inti iman kita akan Yesus Kristus yang bangkit untuk kita.

    Peringatan arwah semua orang beriman (setiap tgl. 02 November)        

    Peringatan Gereja secara khusus bagi semua orang yang telah meninggal dunia untuk memperoleh indulgensi (kemurahan hati atau pengampunan Allah) mela1ui doa-dao yang kita panjatkan.

   

    Berdasarkan makna dan suasana masa khusus dari dua dokumen liturgi, yaitu: Misale Romanum dan Litterae Circurales De Festis Paschalibus Praeparandis et Celebrands, Biasanya ada kebijakan (tergantung paroki setempat) berkaitan dengan perayaan upacara pemikahan, sbb:

    Dalam masa Adven dan Prapaskah masih diijinkan untuk melangsungkan upacara pemikahan dengan memperhatikan kesederhanaan. Ukuran kesederhanaannya adalah:

    A. Masa Adven

    Gereja

        Hiasan bunga diijinkan hanya di sekitar altar.
        Tidak menggunakan karpet di lorong.
        Tidak ada hiasan bunga di sepanjang lorong menuju altar.
        Tidak ada hiasan bunga di pintu masuk gereja.
        Warna liturgi mengikuti masa yang berlaku

    Imam dan mempelai

        Kasula imam berwarna putih.
        Mempelai diperkenankan membawa bunga tangan.
        Diperkenankan mempersembahkan bunga di patung Maria.

    B. Masa prapaskah

    Gereja

        Hiasan bunga TlDAK DIIJINKAN sarna sekali dan diganti
        dengan dedaunan secukupnya di sekitar altar.
        Tidak menggunakan karpet di lorong
        Tidak ada hiasan bunga di sepanjang lorong menuju altar
        Tidak ada hiasan bunga di pintu masuk gereja
        Wama liturgi mengikuti masa yang berlaku
        Orgen/alat musik lainnya hanya bersifat mengiringi lagu (tidak ada instrumental)
        Lagu-Iagu juga tidak sebanyak masa liturgi umum (dikonsultasikan dengan imam)

    Imam dan mempelai

        Kasula imam berwarna putih
        Mempelai diperkenankan membawa bunga tangan
        Diperkenankan mempersembahkan bunga di patung Maria

    2. Dalarn upacara Rabu abu, pekan suci, oktaf paskah, dan peringatan arwah semua orang beriman 2 November TlDAK DIIJINKAN untuk melangsungkan upacara pernikahan.

    3. Kebijakan ini akan berubah (bersifat tentatif) setelah dokumen khusus tentang pernikahan dari KWI mendapat pengesahan dari Vatikan dan diberlakukan di Keuskupan-keuskupan di Indonesia.

Sumber :
http://www.imankatolik.or.id

Baca juga Tips Artikel selanjutnya disini.


Kritik dan Saran Klik Alamat Tautan Disini.

Memilih Hari Baik Pernikahan Menurut Buddha


Memilih Hari Baik Pernikahan Menurut Buddha

Memang artikelnikah.com belum menemukan bagaimana tata cara persiapan mencari hari baik pernikahan menurut agama Buddha, tetapi artikel di bawah ini semoga dapat menambah informasi anda yang dikutip dari negara Vietnam yang mayoritas beragama Buddha. Dapat di baca di bawah ini :


Vietnam Engagement Ceremony
Upacara pertunangan Vietnam merupakan upacara penting sebelum pernikahan yang melibatkan keluarga kedua tunangan dan tunangan itu. Di masa lalu, upacara pertunangan dianggap sangat penting bahkan dari upacara pernikahan karena itu adalah hari resmi untuk mengumumkan pernikahan, hubungan antara dua keluarga. Saat ini, kurang penting dan bervariasi untuk masing-masing daerah. Di kota besar upacara pertunangan bisa merayakan 1 hari sebelum (dan 1 bulan di pedesaan) upacara pernikahan.

Sebelum hari pertunangan, setiap keluarga memilih wakil. Orang ini adalah anggota dari keluarga yang memiliki kehidupan yang bahagia dan posisi peringkat tinggi dalam keluarga. Kedua wakil melakukan representasi, bertukar hadiah dan mengendalikan aliran upacara. Selain memilih wakil, kedua keluarga duduk bersama untuk menegosiasikan mas kawin dan waktu yang baik untuk upacara. Waktu yang dipilih sangat hati-hati berdasarkan waktu menguntungkan dan hari kalender lunar.

Hadiah-hadiah yang disiapkan oleh keluarga tunangan beberapa hari sebelum upacara pertunangan. Secara tradisional hadiah ditempatkan sejumlah nampan. Jumlah tersebut harus angka ganjil 5, 7 atau 9 ... nampan tergantung pada kondisi keluarga tunangan. Karunia ditutupi oleh kertas warna merah atau kain. Dalam keyakinan Vietnam, nomor ganjil dan warna merah akan membawa keberuntungan bagi pasangan muda. Karunia termasuk daun sirih, buah pinang (trauma, cau), anggur, teh, suami-istri cake (banh phu) dan ketan ... salah satu hadiah yang paling penting adalah babi panggang utuh yang ditempatkan dalam nampan besar. Kedua keluarga juga memilih orang-orang 5, 7 atau 9 yang membawa dan menerima hadiah. Orang-orang ini harus muda dan tidak menikah. Anak laki-laki mewakili untuk tunangan bantalan hadiah dan gadis mewakili untuk tunangan menerima hadiah.

Pada hari pertunangan, keluarga tunangan membawa hadiah kepada keluarga tunangan dengan hangat menyambut. Setelah menerima hadiah, para pasangan muda berdoa di depan altar keluarga tunangan untuk meminta persetujuan leluhur tunangan. Ketika ritual ini selesai, tunangan memberikan tunangan cincin yang terlibat.

Setelah cincin terlibat memberi, kedua wakil memperkenalkan anggota dari kedua keluarga dalam urutan. Kemudian keluarga kedua menikmati pesta yang disiapkan oleh keluarga tunangan. Hal ini juga diharapkan bahwa beberapa hadiah dikembalikan ke keluarga tunangan untuk keberuntungan sebelum daun keluarga tunangan.

Hari-hari setelah upacara pertunangan untuk upacara pernikahan, orang tua dari keluarga tunangan membawa kartu pernikahan dengan hadiah kepada teman-teman mereka, anggota keluarga ... dan tetangga untuk mengundang mereka ke pesta pernikahan pasangan muda mereka.

Kontemporer Tradisional Pernikahan Vietnam
Laju perubahan
Pernikahan tradisional modern di Vietnam berbeda secara signifikan kepada mereka di masa lalu. Perubahan yang paling jelas adalah biaya - tekanan sosial dari 'wajah' menyebabkan beberapa keluarga untuk menghabiskan sampai setara dengan gaji sepuluh tahun. Perbedaan lain yang jelas adalah usia rata-rata pasangan.

Di masa lalu, seorang laki-laki dari 20 dengan pengantin 18 tahun akan dianggap sebagai pasangan yang ideal. Hari ini, pendidikan, tingkat emansipasi perempuan, dan kebutuhan untuk mengejar karir telah menaikkan angka dengan lima atau bahkan sepuluh tahun untuk kelas menengah penduduk kota. Pasangan kelas pekerja cenderung menikah sebelumnya.

Kontemporer keyakinan
Tradisi perjodohan sebagian besar memudar, namun kebanyakan orangtua memiliki pandangan perusahaan yang mereka memutuskan bahwa pasangan calon tidak cocok, kebanyakan orang-orang muda akan menerima putusan dan memutuskan hubungan itu.

Beberapa anak muda mencari jasa seorang peramal terlebih dahulu untuk menentukan apakah penghubung masa depan mereka akan berhasil. Jika hasilnya negatif, sebagian besar akan mundur.

Perempuan beberapa tahun lebih dari 30 dianggap masa lalu mereka menjual-berdasarkan tanggal - untuk pria, itu adalah sekitar 35. Kemungkinan yang tersisa di rak yang menakutkan, terutama bagi perempuan. Sebagai tenggat waktu kian mendekat, individu dan keluarga 'kriteria menjadi looser - baik pasangan yang cocok daripada pasangan tidak!

Mengatur pernikahan
Tahap pertama pernikahan biasanya ketika orang tua pemuda itu berkonsultasi dengan peramal untuk melihat apakah pasangan ditakdirkan untuk hidup bersama sebagai suami dan istri. Jika demikian, ia secara resmi akan meminta tangan wanita muda itu.

Permintaan yang sebenarnya dibuat oleh pihak yang terdiri dari orang tua pemuda itu, atau bibi dan paman jika dia yatim piatu, dan perantara yang pergi untuk bertemu orang tua wanita muda itu. Partai mengambil hadiah seperti daun sirih dan pinang kacang, dan bertanya apa keluarga membutuhkan tangan putri mereka. Orangtua wanita muda itu biasanya akan meminta sejumlah uang untuk menutupi biaya persiapan pernikahan.

Pertunangan
Tahap berikutnya dalam proses adalah keterlibatan, yang, setelah persetujuan telah diberikan, biasanya mengikuti beberapa bulan setelah. Namun, dalam beberapa keadaan seperti universitas atau salah satu mitra kerja di luar negeri, bisa lebih lama lagi.

Orang Vietnam percaya bahwa beberapa hari sangat menguntungkan, sehingga memilih hari yang tepat untuk pertunangan dan pernikahan adalah tugas lain untuk peramal.

Jika tunangan atau keluarganya istirahat dari keterlibatan untuk alasan apapun, semua hadiah harus dikembalikan kepada keluarga pemuda itu. Jika tunangan punggung sebelum hari besar, keluarganya membuat mereka.

Pertunangan adalah upacara khidmat. Pada hari itu, pemuda akan bepergian dengan keluarganya ke rumah bantalan hadiah wanita muda dari buah pinang, kue, anggur, rokok, dan sebagainya. Wanita muda mengenakan podium merah ao dan perjamuan diadakan setelah ritual formal dilakukan di depan altar leluhur. Upacara pertunangan merupakan kesempatan bagi keluarga wanita muda itu untuk memenuhi masa depan mereka anak-in-hukum.

Hari pernikahan
Tahap akhir adalah hari pernikahan. Secara tradisional, pasangan harus tetap terpisah pada hari sebelumnya untuk mencegah nasib buruk. Pada malam sebelumnya, ibu pengantin wanita akan cenderung rambut putrinya dengan sisir beberapa. Setiap sisir berarti sesuatu, tetapi yang paling penting adalah sisir ketiga - pada saat itu dia akan meminta keberuntungan dan kebahagiaan rumah barunya.

Pada hari besar, keluarga pengantin wanita dan tamu undangan berkumpul di rumahnya untuk menunggu kedatangan mempelai laki-laki. Sesaat sebelum pesta pengantin pria adalah karena, pengantin menyelinap pergi untuk mengenakan gaun pengantinnya.

Hadiah dari keluarga pengantin pria
Orang tua mempelai pria dan kerabat langsung didahului oleh ganjil pemuda berpakaian rapi dalam kemeja dan dasi, dan celana gelap. Mereka masing-masing membawa nampan ditutupi dengan kain merah, atau alternatif merah besar dan tabung emas, yang berisi hadiah dari daun sirih, pinang kacang, anggur, buah, kue, teh dan sebagainya.

Di masa lalu, mereka akan berjalan, namun pesta pernikahan saat ini kebanyakan memilih untuk mobil dan mengubah cyclos untuk bagian terakhir dari perjalanan. Merah adalah warna dominan dalam pernikahan tradisional Vietnam - itu dianggap sebagai warna keberuntungan dan akan mengarah pada masa depan yang cerah.

Setelah kedatangan pemuda turun dan dipenuhi dengan jumlah yang sama dari perempuan muda berpakaian merah mimbar ao. Tangan pria hadiah kepada para wanita yang membawa mereka masuk.

Setiap wanita muda tangan rekan laki-lakinya sejumlah kecil uang untuk menandakan bahwa mereka 'bekerja' ada takhayul bahwa menjadi pembantu yang belum dibayar pada pernikahan akan berarti bahwa Anda tidak akan menikah.

Menerima hadiah
Beberapa terkemuka partai mempelai pria memasuki rumah pengantin wanita membawa nampan cangkir kecil anggur dan mengundang orang tua pengantin untuk mengambil seteguk. Dengan menerima roti, orang tua pengantin wanita secara simbolis setuju untuk mengakui pihak pengantin pria. Beberapa tahun yang lalu, ini akan disertai dengan petasan, namun banyak kecelakaan dan larangan berikutnya mengakhiri tradisi.

Keluarga mempelai pria memperkenalkan diri dan meminta izin untuk anak mereka untuk menikah istrinya. Seorang Master of Ceremony (biasanya orang yang dihormati dipilih dari kerabat pengantin wanita) menginstruksikan orang tua pengantin wanita untuk menyajikan putri mereka. Pengantin wanita kemudian masuk. Secara tradisional, ini akan menjadi merah au dai. Pengantin pria akan mengenakan setelan jas gelap atau, lebih tradisional, hitam ao dai.

Upacara
Upacara pernikahan dimulai di depan altar. Pengantin perempuan dan pengantin pria berlutut dan berdoa, meminta izin nenek moyang mereka untuk menikah dan berkat mereka pada keluarga mereka-to-be. Pasangan itu kemudian berbalik dan tunduk pada orang tua pengantin wanita berterima kasih kepada mereka untuk meningkatkan dan melindungi dirinya sejak lahir.

Mereka kemudian menundukkan kepala mereka terhadap satu sama lain untuk menunjukkan rasa terima kasih dan rasa hormat mereka untuk segera-to-be mereka suami atau istri. Master of Ceremonies kemudian menyarankan pasangan pernikahan pada memulai sebuah keluarga baru dan dua pasang orangtua bergiliran untuk berbagi pengalaman mereka dan memberikan berkat. Pengantin pria dan pengantin kemudian bertukar cincin pernikahan, dan orang tua memberikan gelang emas pasangan yang baru kawin, anting-anting dan hadiah berharga lainnya.

The pesta pernikahan
Setelah pernikahan, kedua belah pihak pengantin meninggalkan untuk bergabung dengan tamu yang tidak diundang ke upacara pernikahan di sebuah perjamuan besar. Ini biasanya sebuah pertemuan besar, sering di ratusan dan kadang-kadang lebih. Pengantin pria, pengantin, dan keluarga mereka sekali lagi diperkenalkan kepada para tamu dan semua orang minum bersulang. Makan malam atau makan siang disajikan di meja.

Selama resepsi, pengantin pria, pengantin, dan orang tua mereka mengunjungi setiap meja untuk terima tamu mereka. Sebagai imbalannya, para tamu memberikan amplop berisi kartu pernikahan, hadiah uang dan menjadi berkat bagi pasangan yang baru kawin.

Setelah jamuan makan malam, pesta pengantin pria dan pengantin wanita meninggalkan rumah mempelai pria, di mana ia akan hidup. Kemudian, pihak pengantin berikut untuk memeriksa akomodasi - terutama perkawinan

Vietnam dan Barat Pernikahan Upacara
Di seluruh dunia, pernikahan diatur oleh daftar tak berujung adat dan takhayul. Elka Ray mengkaji beberapa tradisi menarik yang berhubungan dengan pernikahan Barat dan Vietnam. Pernikahan paling Vietnam berlangsung pada musim gugur dan musim dingin, ketika cuaca dingin dan petani memiliki lapangan kurang. Eropa, sementara itu, cenderung menikah di musim panas. Apa yang kebanyakan orang Barat gagal untuk menyadari bahwa takhayul kuno mempengaruhi tanggal pernikahan mereka. Menurut sebuah sajak tua, pasangan menikah pada bulan Juni (bulan yang paling populer untuk pernikahan Barat) mungkin berharap untuk "satu bulan madu panjang". Keyakinan ini kembali 2000 tahun, sejak bulan keenam bernama setelah Juno, dewi Romawi pernikahan. Mungkin, sementara itu, dianggap bencana bagi pernikahan, seperti Romawi disajikan persembahan kepada orang mati saat ini. Banyak keluarga Vietnam beralih ke astrolog untuk membantu menentukan calon mempelai pria dan kompatibilitas untuk memilih hari pernikahan menguntungkan. Untuk seorang wanita Vietnam, menikah pada usia 22, 23, 26, atau 28 dianggap sial.

Dalam kedua Vietnam dan Barat, menikah secara tradisional melibatkan dua langkah: keterlibatan dan pernikahan. Menurut tradisi, seorang laki-laki Barat diminta untuk meminta ayah pengantin wanita untuk tangan putrinya dalam pernikahan. Sebuah cincin pertunangan kemudian disampaikan kepada gadis sebagai simbol komitmen pengantin pria dan sebagai tanda bagi pelamar potensial lain yang kasih sayang nya yang "terlibat". Sementara romantis modern tidak mungkin menyukai ide itu, tradisi ini berakar pada hari-hari ketika pernikahan yang diatur dan keluarga mempelai pria membayar mas kawin atau "pengantin-harga" untuk tangan gadis itu.

Di Vietnam, upacara pertunangan, atau hoi, juga melibatkan pemberian hadiah. Pengantin pria dan keluarganya mengunjungi keluarga bantalan kotak putaran pengantin dipernis merah penuh daun teh, kue, buah, anggur dan buah pinang dan buah pinang. Seperti merah dianggap sebagai warna keberuntungan, kotak terbungkus sutra merah dan dibawa oleh gadis-gadis yang belum menikah atau anak laki-laki dalam pakaian merah.

Sementara karunia-karunia ini adalah simbol, itu juga adat untuk keluarga anak itu dengan barang-barang berharga seperti ternak atau perhiasan. Hadiah-hadiah yang terkandung dalam kotak dipernis ditetapkan di altar leluhur keluarga gadis itu, setelah mana hadiah dimakan dibagi menjadi dua bagian. Bagian kecil dikembalikan ke keluarga anak itu untuk menunjukkan bahwa mereka telah terlalu murah hati dan bahwa keluarga pengantin wanita tidak serakah.

Di masa lalu, sebuah hoi bisa berlangsung selama dua tahun sebelum pernikahan. Hari ini, sering dipentaskan sehari sebelum acara utama, atau le cuoi. Pada hari ini, pada keluarga pengantin pria merupakan prosesi ke rumah pengantin wanita untuk mengumpulkan pengantin wanita. Mereka disambut oleh anggota keluarga mempelai wanita, yang hatilah untuk tidak menginjak luar gerbang mereka sehingga tidak muncul overager untuk menikahkan anak perempuan mereka. Jamuan makan biasanya berikut, setelah pengantin pria dan perjalanan ke rumah keluarga anak itu, di mana pengantin baru akan hidup.

Bantu saya untuk mengembangkan artikel diatas di email artikelnikah@gmail.com

Dikutip dari :
http://www.asianatravel.com.vn/component/content/article/187-destination-fact/1403-traditional-a-customs-

Baca juga Tips Artikel selanjutnya disini.

Kritik dan Saran / Luruskan Artikel Ini bisa dikirim melalui tautan disini.

Memilih Hari Baik Pernikahan Menurut Kristen


Memilih Hari Baik Pernikahan Menurut Kristen

Berikut adalah tips/info untuk memahami memcari hari baik pernikahan menurut agama Kristen yang dikutip dari blog renungan--kristen, bisa di baca di bawah ini :

Ayat Bacaan: 1 Petrus 3:10
____________________


    "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu"


Sudah sering kita dengar bahwa dalam menentukan hari pernikahan, untuk memulai usaha atau momen2 penting lainnya, orang merasa butuh untuk mencari hari baik, bulan baik dan sebagainya. Ada beberapa kebudayaan yang memang menyarankan seperti itu. Kemarin dalam sesi pemotretan pre wedding saya, sang photographer yang ternyata sedang dalam proses mengajukan lamaran, dalam perjalanan menuju lokasi pemotretan di kawah putih bercerita bahwa hari baik dia jatuh pada hari sabtu dan minggu. Berarti proses lamaran tersebut HARUS jatuh pada salah satu dari dua hari tersebut, apapun kondisinya. Coba kita pikir lagi, seandainya dia mengajukan lamaran diluar sabtu dan minggu, berarti pernikahannya nanti bakal berjalan buruk? atau, jika hari baik tersebut dijalankan, pernikahannya pasti bahagia? benarkah kebahagaiaan dan kesuksesan suatu momen hidup itu ditentukan oleh penanggalan, atau benarkah Tuhan dalam memberi berkat sifatnya milih2, dan ada hari dimana Tuhan tidak memberkati kita?

Teman, sebelum Tuhan menciptakan manusia, dalam kitab Kejadian, Ia telah berfirman bahwa langit dan bumi, siang dan malam, pagi dan petang, darat dan laut, yang telah diciptakanNya itu baik adanya. Tuhan tidak pernah mengajarkan bahwa ada hari yang buruk bagi anak2Nya. Artinya, berkat dan kasih yang Dia curahkan tidak pernah membeda2kan sesuai penanggalan. Tuhan tidak diskriminatif dan pilih kasih. Dia Allah yang Maha Adil dan setia.

Saya tidak memungkiri bahwa ada saat2 dimana kita mengalami sebuah hari buruk alias bad day kata teman2 kita dibelahan dunia lain. Mungkin hal2 yang kita alami buruk, karena berbagai macam alasan, tapi itu bukan berarti Tuhan menciptakan hari yang baik dan buruk. Lihat betapa pentingnya Tuhan menekankan segala sesuatu itu baik, bahkan sebelum manusia diciptakan dan tertulis di halaman awal alkitab. Itu menunjukkan betapa pentingnya Tuhan menyatakan bahwa setiap hari itu diciptakanNya baik. Pada ayat kutipan hari ini,Petrus dengan jelas menyatakan, bahwa jika kita ingin mendapati hari yang baik setiap harinya, kita harus menjaga lidah dan bibir kita. Dengan lidah dan bibir yang selalu memuji Tuhan, bersyukur padaNya, dan menghindari kata2 kutuk, menjelek2an orang, dusta dan sebagainya, Tuhan memberikan sebuah janji bahwa hari apapun, kapanpun, akan berjalan dengan baik. Itu pasti.

    Segala yang diciptakan Tuhan baik adanya, termasuk hari2 dalam hidup kita.

Sumber :
http://renungan--kristen.blogspot.com

Jika anda masih kurang jelas/ingin artikel serupa, silahkan klik alamat tautan disini.


Baca juga Tips Artikel selanjutnya disini.


Kritik dan Saran Bisa dikirim disini.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More
Selamat datang di artikelnikah.com adalah situs kumpulan tentang seputar pernikahan, apa yang perlu dipersiapkan sebelum pernikahan dan tips-tips menghadapinya, dapat anda temukan di artikelnikah.com. artikelnikah.com juga menghadirkan voting tentang relevansi waktu persiapan nikah, layaknya sebuah acara nikah, dan masih banyak lagi. Anda sebagai pengunjung juga dapat mengisi kritik dan saran, atau mengirim artikel yang anda ketahui tentang pernikahan apapun itu di kirim melalui menu kirim artikel. Kami akan menampung dan memposting kiriman anda untuk keperluan pencari info bagi pengunjung yang lain. Terimakasih dan selamat berkunjung, salam artikelnikah.com.