Kritik dan Saran

Tidak menemukan artikel yang anda cari... silahkan email atau sms kami saja kritik dan sarannya ...

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 14 Oktober 2012

Memilih Hari Baik Pernikahan Menurut Katolik


Praktek Petung alias Mencari Hari Baik
Tinjauan Kritis dalam Perspektif Iman Katolik
F.X. Didik Bagiyowinadi,Pr

Hari Baik yang Kerap Merepotkan
Kita mengimani bahwa semua hari adalah baik, sebab Tuhan telah menciptakan bumi dan segala isinya sungguh baik adanya (Kej 1). Namun, untuk menentukan hari dan tanggal pernikahan, masih juga ada sebagian umat Katolik yang berusaha mencari hari baik. Kalau sudah urusan petung (mencari hari baik), mereka mulai kembali ke tradisi lama, entah dalam petung Jawa ataupun Tionghoa.
Mereka yang mencari hari baik dilatarbelakangi anggapan bahwa hari baik pernikahan itu menentukan kebahagiaan perkawinan (kelanggengan, rejeki, dsb). Maka masyarakat Jawa biasanya mengadakan pernikahan pada bulan-bulan tertentu yang diyakini membawa berkat, yakni bulan Jumadilakir (sugih mas salaka=kaya), Rejeb (kaya anak dan selamat), Ruwah (baik segala-galanya), atau bulan Besar (Sugih nemu sukaraharja= kaya dan menemukan kebahagiaan). Selanjutnya, dari bulan-bulan tersebut dipilih yang mempunyai hari Selasa Kliwon. Namun petung Jawa tidak berhenti di sini, masih perlu menentukan hari naas/sial yang mesti dihindari. Baru kemudian menentukan saat yang tepat (hari, tanggal, dan jam) untuk melaksanakan ijab kabul/pemberkatan nikah. Repotnya, penentuan hari dan jam perkawinan yang sedemikian rinci, kerap sulit dilayani, entah karena pada jam yang sama ada manten lain atau karena jam pernikahannya merepotkan romo. Misalnya, minta pemberkatan nikah pada jam dua atau tiga siang, sementara sore harinya romo masih harus mengajar katekumen/ misa.
Sementara, dalam tradisi Tionghoa, manakala orang tua calon mempelai ada yang meninggal, maka rencana pernikahan mesti dipercepat sebelum peringatan arwah 100 hari atau setelah habis masa kabungnya (3 tahun). Kesulitannya, bila memilih sebelum 100 hari, persyaratan administrasi gereja belum beres atau keluarga yang ditinggalkan masih merasa down dan berkabung. Sementara bila mesti menunda perkawinan sampai tiga tahun lagi, kedua calon mempelai yang tidak sabar.

Sekedar Contoh dalam Petung Jawa
Sebenarnya bagaimana Petung Jawa menentukan hari sial/naas yang perlu dihindarkan? Ternyata Petung Jawa memberi aturan yang cukup rumit. Menurut H. Djanudji, dalam Primbon: Empat Macam Petung (Surabaya: Agrisarana, 1999), ada tiga cara untuk menentukan hari naas/ sial, yakni:

    hari ketiga setelah hari kelahiran (misal: Mempelai pria lahir pada Selasa Wage, maka hari naasnya jatuh pada Kamis Legi);
    jumlah naptu hari dan pasaran kelahiran (misal: weton Selasa Wage adalah 7, maka perlu dihitung tujuh hari sejak Selasa Wage sehingga hari naasnya adalah Senin Kliwon).
    Hari meninggalnya orang tua mempelai juga merupakan hari naas yang perlu dihindari untuk akad nikah.

Sedangkan untuk menentukan hari, tanggal, dan saat akad nikah, masih ada banyak petung hari yang lebih rumit lagi.

Selain penentuan hari pernikahan berdasarkan weton (hari kelahiran), petung Jawa juga bisa menentukan hari baik-buruk berdasarkan tanggal Jawa seperti dimuat dalam Surat Centhini. Tanggal-tanggal yang dikategorikan baik diberi alasan dari peristiwa baik dalam kisah para nabi (versi Islam). Misalnya tanggal 1 dikategorikan baik karena Tuhan menjadikan Nabi Adam, tanggal 2 baik untuk pernikahan karena Tuhan menjadikan Hawa dan tgl. 4 tergolong baik karena Tuhan menjadikan Abil. Demikian juga pengkategori hari buruk, juga dikaitkan dengan pengalaman buruk dalam kisah para nabi. Misalnya tanggal 3 adalah buruk karena Tuhan mengusir Adam-Hawa. Tanggal 8 adalah hari buruk karena akan ada malapetaka seperti Tuhan mendatangkan air bah pada zaman Nabi Nuh. Tanggal 16 adalah buruk karena Tuhan membinasakan umat nabi Luth (peristiwa Sodom-Gomora?).

Tinjauan Kritis
Dari uraian di atas, bisa diajukan beberapa keberatan sebagai berikut:
Weton dan shio kelahiran seseorang kerap dikaitkan dengan sifat dan wataknya, sebagai dasar untuk menentukan bisa tidaknya kedua calon mempelai itu menikah. Terhadap pengandaian ini, bisa diajukan beberapa keberatan sebagai berikut:

    Benarkah sifat seseorang ditentukan oleh weton atau shio-nya? Bukankah bayi kembar yang lahir pada jam bersamaan memiliki sifat yang berbeda? Penilaian watak dan sifat seseorang berdasarkan weton dan shio, menganut paham determinisme, artinya sifat seseorang ditentukan oleh saat kelahirannya. Padahal kita tahu, sekalipun lingkungan cukup mempengaruhi pendidikan dan pembentukan watak manusia, seseorang masih bisa menolak pengaruh lingkungannya. Anak yang dibesarkan dalam keluarga broken-home, bukan berarti tidak bisa setia dalam pernikahan. Paham determinisme demikian mengabaikan adanya kehendak bebas manusia dan juga rahmat Tuhan yang memungkinkan kita mengatasi pengaruh buruk dari lingkungan sekitar.
    Barangkali dulu ketika urusan menikah masih dijodohkan orang tua seperti zaman “Siti Nurbaya”, perhitungan berdasarkan weton dan shio untuk mengenal calon pasangan, masih bisa dimaklumi. Tetapi pada zaman sekarang, orang sudah memilih sendiri siapa yang bakal menjadi teman hidupnya. Melalui proses pacaran mereka bisa saling mengenal sifat dan pribadi pasangannya. Dan kerap terjadi, akhirnya mereka menyadari sama-sama berwatak keras (bukan dari perhitungan weton atau shio,lho), tetapi toh mereka tetap nekad menikah karena sama-sama sudah saling mencintai. Adanya sifat dan watak yang kurang klop (kaku-lembut, ramai-pendiam), bukanlah suatu halangan, masih ada cara untuk menyiasati. Sementara perhitungan weton dan shio, langsung bilang, “Tidak bisa!” Apa dasarnya? Kata primbon dan “orang pinter”.


Selanjutnya penentuan hari naas/sial, tidak memiliki dasar yang kuat, sekedar othak-athik gathuk. Begitu juga hari buruk berdasarkan tanggal Jawa, kenapa musibah air bah zaman Nuh dijatuhkan pada tanggal 8, bukan tgl lain? Bukankah hal ini sekedar pengurutan kisah para nabi (versi Islam) dan diberi nomor urut 1 sampai 30?

Sudah Dibebaskan oleh Tuhan Yesus
Sebagai orang beriman, bagaimana kita mesti menilai praktek mencari hari baik dan hari buruk ini? Apa landasan iman bagi kita untuk mengambil sikap?

Pelbagai perhitungan hari baik-hari buruk di atas sebenarnya membuat orang merasa cemas. Orang khawatir dan takut dengan perjalanan perkawinannya, seandainya dilangsungkan pada “hari buruk”. Justru, suasana ketakutan dan teror inilah yang juga telah ditebus oleh Tuhan Yesus. Tuhan Yesus sungguh sudah membebaskan kita semua, membawakan kabar gembira, dan berseru, “Jangan takut!” (Lih. Mat 14:27). Kalau pada zaman dulu Tuhan Yesus telah membebaskan umat Yahudi dari belenggu peraturan Taurat versi kaum Farisi, saat ini Dia juga mau membebaskan kita dari segala perhitungan hari baik-hari buruk. Tuhan Yesus mau membebaskan kita dari warisan nenek-moyang yang membuat kita merasa takut. Tulis Rasul Petrus, “Kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu, bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus” (1 Ptr 1:18-19). Adapun alasan kita tidak perlu merasa takut adalah adanya penyertaan Tuhan sendiri. Sabda-Nya, “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat 28:20b).
Lalu bagaimana kaitannya dengan rejeki dan kebahagiaan perkawinan pada masa mendatang? “Situasi kehabisan anggur” bisa saja terjadi pada keluarga Katolik. Tetapi, sejauh kita menghadirkan Kristus dan Bunda Maria dalam keluarga kita, semuanya bisa diatasi. Asal kita mau mendengarkan saran Maria untuk melakukan apa saja yang diminta Kristus, masa depan tak perlu membuat kita merasa cemas dan takut (Lih Yoh 2:1-11; selanjutnya lihat renungan kami dalam Seri Kado Perkawinan 2, hlm. 103-111). Janji Yesus, “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya” (Yoh 15:8). Asalkan kita mau mencari dan mengusahakan Kerajaan Allah terlebih dahulu, maka semuanya akan ditambahkan kepada kita (Mat 6:33).

Bukan Hari Baik, tapi Sebaiknya Hari ....
Jika demikian halnya, bagaimana sebaiknya orang Katolik menentukan hari pernikahan? Dahulu Gereja Katolik mengenal “tempus klausus”, yakni waktu tertutup untuk mengadakan pernikahan, yakni pada masa Prapaskah. Namun Hukum Gereja sekarang (1983) meniadakan “tempus klausus” tersebut. Statuta Keuskupan Regio Jawa Pasal 136 no.3 menyebut “Tidak ada larangan melangsungkan perkawinan selama masa Adven dan masa Prapaskah, tetapi hendaknya sedapat mungkin dihindari pesta meriah yang kurang sesuai dengan suasana Prapaskah”. Menjadi pertanyaan, mungkinkah umat Katolik di Indonesia melangsungkan pernikahan tanpa mengadakan pesta? Jika ingin merayakan Sakramen Pernikahan dengan pesta, sebaiknya tidak memilih masa Prapaskah.

Selanjutnya untuk menentukan hari pernikahan yang ideal, kita tidak perlu lagi berpikir untuk mencari hari baik, tetapi berpikir untuk menentukan “sebaiknya hari ...”, artinya dengan menggunakan pelbagai pertimbangan yang logis dan wajar. Berikut ini kiranya hal-hal yang perlu dipertimbangkan.

    Pertama, apakah tenggang waktu persiapan pernikahan masih memungkinkan untuk melengkapi pelbagai persyaratan administrasi perkawinan gereja, mengikuti kursus perkawinan, penyelidikan kanonik, dan pengumuman gereja selama tiga minggu berturut-turut?

    Kedua, apakah “kelima orang” bisa bertemu, yakni kedua mempelai, pastor yang akan memberkati pernikahan, dan dua saksi pernikahan. Itulah yang minimal dituntut Hukum Gereja yang mesti hadir dalam pernikahan.

    Ketiga, apakah secara teknis gedung gerejanya masih kosong? Penentuan jam pemberkatan di gereja perlu juga mempertimbangkan bahwa romo dan koster gereja pun perlu istirahat.
    Keempat, kapan yang memungkinkan sebanyak mungkin tamu bisa hadir? Maka dewasa ini hari Sabtu-Minggu lebih banyak dipilih sebagai hari pernikahan.


Maka kesimpulannya, tidaklah salah Anda memilih hari pernikahan pada masa-masa dimana masyarakat sekitar umumnya menyelenggarakan pernikahan, namun tidak perlu sampai rinci mencari hari dan jam pernikahan berdasarkan petung tadi, tetapi cukup dengan pertimbangan logis-praktis “sebaiknya hari …”. Namun, Anda tetap bebas menentukan hari pernikahan di luar masa-masa umum (Rejeb, Besar, dll) tadi. Namun, ada sedikit catatan, untuk kita yang tinggal di masyarakat sekitar mayoritas muslim, tentunya tidak akan mengadakan pesta pernikahan pada bulan Ramadhan. Pilihan demikian tentu lebih didasarkan pada pertimbangan logis-etis untuk menghormati mereka yang tengah menjalankan ibadah puasa.
Demikianlah beberapa catatan mengenai penentuan hari pernikahan. Semoga memberi pencerahan.

Sumber :
http://imankatolik.or.id/forum/viewtopic.php?f=13&t=42&p=108#p108


Dan Sekalian Kami Lampirkan Prosedur Pernikahan di Gereja Katolik

    PROSEDUR PERNIKAHAN GEREJA KATOLIK
    A. TAHAP PERTAMA

        Pendaftaran pernikahan di Gereja melalui Sekretariat pada paroki masing-masing pada hari kerja (hari kerja dan waktu buka seketariat disesuaikan masing-masing paroki
        Membawa surat pengantar dari lingkungan calon mempelai (baik Pria dan wanitanya). Dalam hal ini Surat Pengantar untuk mengikuti KPP (Kursus Persiapan Perkawinan)
        Membawa Foto Copy Surat Baptis yang diperbaharui :
            Katolik dengan Non Katolik - Salah satu calon mempelai yang beragama Katolik
            Katolik dengan Katolik – kedua calon mempelai wajib melampirkannya

        Surat Baptis yang diperbaharui berlaku 6 bulan samapai dengan hari H (Pernikahannya)

        Membawa Pas Foto 3x4 masing-masing 3 lembar
        Menyelesaikann Biaya Administrasi KPP (Kursus Persiapan Pernikahan), besar biaya disesuaikan paroki masing-masing. Dan hal-hal yang berkaitan dengan pendaftaran KPP, bisa ditanyakan di seketariat maing-masing paroki.

    B. TAHAP KEDUA

        Selesaikan prosedur Tahap Pertama
        Mengisi fonnulir dan menyerahkan berkas-berkas pernikahan,
        yaitu:

            Surat pengantar dati lingkungan masing--masing
            Sertifikat Kursus Persiapan Pemikahan yg asli dan fotokopinya
            Surat baptis asli yang telah diperbaharui
            Foto berwama berdampingan ukuran 4x6 sebanyak 3 lembar
            Fotokopi KTP saksi pernikahan 2 (dua) orang yang Katolik

        Kedua calon mempelai datang ke Romo ybs untuk melakukan pendaftaran penyelidikan kanonik (harus datang sendiri, tidak dapat diwakilkan)
        Bagi calon mempelai yang belum Katolik danlatau bukan Katolik, harap menghadirkan 2 (dua) orang saksi pada saat penyelidikan kanonik untuk menjelaskan status pihak yang bukan Katolik. Saksi adalah orang yang benar-benar mengenal pribadi calon mempelai yang bukan Katolik dan bukan anggota
        keluarga kandungnya.
        Apabila kedua calon mempelai dari luar Paroki/Gereja dimana domisili calon mempelai harap membawa surat delegasi/pelimpahan pemberkatan pemikahan dari Pastor/Romo setempat (tempat Penyelidikan Kanonik

    C. PERNlKAHAN CATATAN SIPIL

        Datang ke sekretariat Gereja sebulan sebelumnya untuk pengurusan pemikahan catatan sipil dengan membawa: (Bila catatan Sipil dilakukan di Gereja setelah Pernikahan)

            Surat pengantar dari Kelurahan untuk pendaftaran perkawinan
            Fotokopi KTP dan Kartu Keluarga Kelurahan kedua belah pihak
            Fotokopi Akta Kelahiran kedua mempelai
            Fotokopi SKBRI (WNI). Jika tidak ada, bawa SKBRI/WNI orang tua
            Untuk umat keturunan - Fotokopi Surat Ganti Nama (Bila tidak ada, lampirkan Surat Ganti Nama dari. orangtua)
            Pas foto berdampingan ukuran. 4 x 6 sebanyak 6 lembar

        Akan dibuatkan pengumuman ke kantor Catatan Sipil sesuai KTP yang bersangkutan dari calon mempelai. (kebijakan ini tergantung catatan sipil setempat)
        Pada hari "H", Akta Kelahiran asli kedua mempelai dan Surat Pemberkatan Nikah Gereja diserahkan kepada petugas Catatan Sipil
        Pencatatan pemikahan sipil bisa diurus oleh mempelai sendiri atau oleh Pihak Gereja.

    D. BIAYA

        Untuk besar Biaya disesuaikan dari kebijakan masing-masing Paroki yang bersangkutan dimana akan diadakn pernikahan tersebut. Biaya tidak terikat dan khusus bagi mereka yang kurang mampu, dapat menghubungi Romo Paroki yang bersangkutan, untuk mendapatkan keringanan, dan Bahkan bagi yang sama sekali tidak mampu diberikan kebebasan “semampunya” untuk mengganti biaya-biaya Administrasi.
        Biaya-biaya tersebut digunakan untuk :

            Pembayaran biaya-biaya administrasi, listrik Gereja terlebih bila Gereja tersebut ber-AC
            Pencatatan Pernikahan Catatan Sipil bila dilakukan di Sekretariat Gereja dan Biaya transport untuk Petugas dari Catatan Sipil setempat.

        Mintalah Tanda Bukti Pembayaran dari pihak sekretariat.
        Biaya-biaya diluar Keseketariatan yaitu:
            Bunga dekorasi
            Sumbangan tanda kasih untuk Paduan suara - langsung kepada
            dirigen/pimpinan Paduan Suara
            Iura Stolae bagi pastor/Romo yang memimpin upacara Pernikahan (yang sepantasnya berlaku umum). Iura Stolae diletakkan di dalam keranjang buah persembahan. Jika pemikahan dilangsungkan dalam pemberkatan (bukan misa), Iura Stolae diberikan langsung kepada imam setelah pernikahan.

     TIPS menghemat Biaya pernikahan

        Tidak menggunakan Weddings Organizer
        Bisa menggunakan fasilitas Kapel (bila terdapat kapel) sehingga biaya operasional gedung gereja lebih effisien (karena Kapel tidak terlalu besar baik dari segi ukuran bangunan maupun penggunaan Daya listrik (Ac bila ada)).
        Bila mempelai adalah anggota Paduan Suara (koor), bisa meminta bantuan team Paduan Suara / koor-nya
        Tidak menggunakan dekorasi bunga secara berlebihan

    Catatan:

        Weddings Organizer di luar tanggung jawab gereja dan tidak diperkenankan campur tangan dalam urusan liturgi di gereja.
        Jika upacara pernikahan dirayakan dalam misa kudus hari Minggu, maka liturgi yang di gunakan adalah liturgi hari Minggu yang bersangkutan.
        Persembahan untuk misa adalah: roti dan anggur, buah, bunga (Lilin tidak!)
        Mempelai dimohon mempersiapkan lektor untuk membaca doa umat dan 4 orang pembawa persembahan.
        Format teks pernikahan yang berlaku biasanya disediakan di paroki masing-masing (bisa hubungi pihak sekretariat paroki.
        Jika ada sumbangan sukarela untuk kas putera altar, diletakkan di dalam keranjang buah dengan keterangan yang jelas. Tidak diperkenankan memberi langsung kepada putera altar yang bersangkutan (jika hanya pemberkatan langsung diserahkan kepada imam yang bersangkutan).
        Tidak ada biaya untuk koster dan pihak sekretariat secara pribadi.
        Permintaan surat baptis yang diperbaharui atau surat-surat lainnya kepada pihak sekretariat dikenai sumbangan sukarela yang langsung dimasukkan dalam kotak sumbangan administrasi yang disediakan di kantor sekretariat.
        Hal-hal khusus lainnya langsung ditanyakan kepada pastor paroki

    E. PERSIAPAN-PERSIAPAN DAN KELENGKAPAN LAIN

        Yang perlu dipersiapkan oleh Pengantin ialah

        Bentuk Panitia dari keluarga (2-3 orang)
        Salib, Rosario dan Kitab Suci
        Persembahan: buah-buahan, dan bunga persembahan
        Bunga untuk Bunda Maria
        Menentukan/memilih kelompok Paduan Suara/Koor
        Buku Panduan Pernikahan (harap dikonsultasikan dahulu dan mendapat persetujuan dari Pastor/romo yang akan memberkati)
        Cincin Perkwainan kedua mempelai
        Saksi Pernikahan
        Dekorasi bunga (Lihat biaya diluar keseketariatan)
        Putera Altar akan disiapkan dari Gereja.
        Segala perlengkapan Gereja (kecuali yang disebutkan diatas) akan
        disiapkan oleh Koster Gereja

    Kebijakan Paroki Tentang Pernikahan Pada Masa Khusus
    Pada prinsipnya gereja dilarang merayakan misa ritual pada hari Minggu selama masa khusus. Aturan ini tercantum dalam Misale Romanum terbaru art. 372. beberapa hal yang harus diperhatikan melalui pernyataan di atas adalah:

    Misa ritual adalah perayaan yang berkaitan dengan sakramen (mis: pernikahan) atau sakramentali (pemberkatan rumah).
    Masa khusus meliputi:

    Adven

    Masa persiapan kita untuk menyongsong pesta Natal (hari kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus); sekaligus masa penantian eskatologis (kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya, yaitu dalam kemuliaan-Nya pada akhir jaman).

    Rabu Abu

    Abu adalah sisa-sisa pembakaran daun palma yang telah kering yang berwarna hitam. Dalam Kitab Suci, abu antara lain mengungkapkan:

        sesuatu yang tidak berharga;
        kesengsaraan;
        kerendahan diri di hadapan Allah (bdk. Kej 18:27);

    Dalam upacara Rabu Abu (awal masa prapaskah) dahi kita diberi abu untuk mengungkapkan kelemahan dan dosa kita yang ditandai dalam proses matiraga (puasa dan pantang) dan tobat.

    Prapaskah

    Mempersiapkan para calon Baptis untuk memberi arti dan menghidupi sakramen Baptis yang akan mereka terima pada Hari Raya Paskah/Masa Paskah.
    Mempersiapkan seluruh umat beriman akan Yesus Kristus untuk bisa lebih memaknai dan menghayati hidup dalam persatuan  dengan sengsara-wafat-kebangkitan-Nya.

    Pekan Suci (Minggu Palma - Kamis Putih - Jumat Agung -  Sabtu Suci -Malam Paskah - Minggu Paskah)

    Minggu Palma

      Perayaan kemenangan Kristus Raja dengan penyambutan-Nya di Yerusalem; sekaligus pewartaan penderitaan-Nya sebagai jalan menuju kemuliaanNya.

    Kamis Putih

    Mengalami kembali tiga penstiwa penting, yaitu:

        persembahan Tubuh dan Darah-Nya dalam rupa roti dan anggur kepada Bapa dan para rasul sebagai makanan dan minuman yang berdasarkan Kasih-Nya kepada dunia (pendirian sakramen Ekaristi);
        penugasan para rasul dan penggantinya dalam imamat yang juga dipersembahkan sebagai kurban;
        perintah Yesus mengenai Kasih Persaudaraan.

    Jumat Agung

    Merenungkan sengsara Tuhan Yesus Kristus, domba kurban  kita yang dipersembahkan dan kita menyembah salibNya (lih. 1Kor 5:7) melalui Sabda yang diperdengarkan untuk kita semua. Gereja mau menampilkan keikutsertaannya pada detik-detik terakhir sengsara dan wafat Yesus. Dan lewat Sabda yang dibacakan hari itu terungkaplah kekayaan teologi salibi
    pengorbanan total Allah untuk kita. Permenungan ini berangkat
    dari luka Kristus yang wafat pada salib disertai dengan doa bagi keselamatan seluruh dunia. Sifat Jumat Agung yang demikian ini menyadarkan kita untuk menghayatinya secara khusus sebagai hari tobat.

    Sabtu Suci

    Merenungkan penderitaan, wafat, dan turunnya Kristus ke  alam maut / dunia orang mati (lih. 1Pet 3:19). Saat itulah Yesus mewartakan keselamatan kekal kepada mereka yang mati sebelum Kristus hadir secara fisik. Begitu pentingnya makna Sabtu Suci ini sehingga tidak deperkenankan mengadakan sakramen-sakramen kecuali sakramen tobat dan sakramen pengurapan orang sakit (lih. Litterae Circurales De Festis Paschalibus Praeparandis et Celebrands art. 75).

    Malam Paskah

    Merupakan malam tirakatan (vigili) bagi Tuban (bdk. Kel 12:42 sikap berjaga-jaga bangsa di Israel yang akan dibebaskan dari perbudakan Mesir). Tirakatan ini diadakan untuk mengenang malam kudus Tuhan yang bangkit. Perayaan ini HARUS dilaksanakan pada waktu malam dan berakhir setelah fajar Minggu. Seperti umat Israel yang dibimbing oleh tiang api saat keluar dari Mesir, demikian juga orang-orang Kristiani pada gilirannya mengikuti Kristus Sang cahaya abadi dalam kebangkitan-Nya.

    Paskah

    Hari raya kebangkitan Tuhan telah tiba! Dengan demikian misa Minggu Paskah HARUS dirayakan dengan meriah.
    OktafPaskah

    Delapan hari khusus gereja untuk merayakan puncak dan inti iman kita akan Yesus Kristus yang bangkit untuk kita.

    Peringatan arwah semua orang beriman (setiap tgl. 02 November)        

    Peringatan Gereja secara khusus bagi semua orang yang telah meninggal dunia untuk memperoleh indulgensi (kemurahan hati atau pengampunan Allah) mela1ui doa-dao yang kita panjatkan.

   

    Berdasarkan makna dan suasana masa khusus dari dua dokumen liturgi, yaitu: Misale Romanum dan Litterae Circurales De Festis Paschalibus Praeparandis et Celebrands, Biasanya ada kebijakan (tergantung paroki setempat) berkaitan dengan perayaan upacara pemikahan, sbb:

    Dalam masa Adven dan Prapaskah masih diijinkan untuk melangsungkan upacara pemikahan dengan memperhatikan kesederhanaan. Ukuran kesederhanaannya adalah:

    A. Masa Adven

    Gereja

        Hiasan bunga diijinkan hanya di sekitar altar.
        Tidak menggunakan karpet di lorong.
        Tidak ada hiasan bunga di sepanjang lorong menuju altar.
        Tidak ada hiasan bunga di pintu masuk gereja.
        Warna liturgi mengikuti masa yang berlaku

    Imam dan mempelai

        Kasula imam berwarna putih.
        Mempelai diperkenankan membawa bunga tangan.
        Diperkenankan mempersembahkan bunga di patung Maria.

    B. Masa prapaskah

    Gereja

        Hiasan bunga TlDAK DIIJINKAN sarna sekali dan diganti
        dengan dedaunan secukupnya di sekitar altar.
        Tidak menggunakan karpet di lorong
        Tidak ada hiasan bunga di sepanjang lorong menuju altar
        Tidak ada hiasan bunga di pintu masuk gereja
        Wama liturgi mengikuti masa yang berlaku
        Orgen/alat musik lainnya hanya bersifat mengiringi lagu (tidak ada instrumental)
        Lagu-Iagu juga tidak sebanyak masa liturgi umum (dikonsultasikan dengan imam)

    Imam dan mempelai

        Kasula imam berwarna putih
        Mempelai diperkenankan membawa bunga tangan
        Diperkenankan mempersembahkan bunga di patung Maria

    2. Dalarn upacara Rabu abu, pekan suci, oktaf paskah, dan peringatan arwah semua orang beriman 2 November TlDAK DIIJINKAN untuk melangsungkan upacara pernikahan.

    3. Kebijakan ini akan berubah (bersifat tentatif) setelah dokumen khusus tentang pernikahan dari KWI mendapat pengesahan dari Vatikan dan diberlakukan di Keuskupan-keuskupan di Indonesia.

Sumber :
http://www.imankatolik.or.id

Baca juga Tips Artikel selanjutnya disini.


Kritik dan Saran Klik Alamat Tautan Disini.

Memilih Hari Baik Pernikahan Menurut Buddha


Memilih Hari Baik Pernikahan Menurut Buddha

Memang artikelnikah.com belum menemukan bagaimana tata cara persiapan mencari hari baik pernikahan menurut agama Buddha, tetapi artikel di bawah ini semoga dapat menambah informasi anda yang dikutip dari negara Vietnam yang mayoritas beragama Buddha. Dapat di baca di bawah ini :


Vietnam Engagement Ceremony
Upacara pertunangan Vietnam merupakan upacara penting sebelum pernikahan yang melibatkan keluarga kedua tunangan dan tunangan itu. Di masa lalu, upacara pertunangan dianggap sangat penting bahkan dari upacara pernikahan karena itu adalah hari resmi untuk mengumumkan pernikahan, hubungan antara dua keluarga. Saat ini, kurang penting dan bervariasi untuk masing-masing daerah. Di kota besar upacara pertunangan bisa merayakan 1 hari sebelum (dan 1 bulan di pedesaan) upacara pernikahan.

Sebelum hari pertunangan, setiap keluarga memilih wakil. Orang ini adalah anggota dari keluarga yang memiliki kehidupan yang bahagia dan posisi peringkat tinggi dalam keluarga. Kedua wakil melakukan representasi, bertukar hadiah dan mengendalikan aliran upacara. Selain memilih wakil, kedua keluarga duduk bersama untuk menegosiasikan mas kawin dan waktu yang baik untuk upacara. Waktu yang dipilih sangat hati-hati berdasarkan waktu menguntungkan dan hari kalender lunar.

Hadiah-hadiah yang disiapkan oleh keluarga tunangan beberapa hari sebelum upacara pertunangan. Secara tradisional hadiah ditempatkan sejumlah nampan. Jumlah tersebut harus angka ganjil 5, 7 atau 9 ... nampan tergantung pada kondisi keluarga tunangan. Karunia ditutupi oleh kertas warna merah atau kain. Dalam keyakinan Vietnam, nomor ganjil dan warna merah akan membawa keberuntungan bagi pasangan muda. Karunia termasuk daun sirih, buah pinang (trauma, cau), anggur, teh, suami-istri cake (banh phu) dan ketan ... salah satu hadiah yang paling penting adalah babi panggang utuh yang ditempatkan dalam nampan besar. Kedua keluarga juga memilih orang-orang 5, 7 atau 9 yang membawa dan menerima hadiah. Orang-orang ini harus muda dan tidak menikah. Anak laki-laki mewakili untuk tunangan bantalan hadiah dan gadis mewakili untuk tunangan menerima hadiah.

Pada hari pertunangan, keluarga tunangan membawa hadiah kepada keluarga tunangan dengan hangat menyambut. Setelah menerima hadiah, para pasangan muda berdoa di depan altar keluarga tunangan untuk meminta persetujuan leluhur tunangan. Ketika ritual ini selesai, tunangan memberikan tunangan cincin yang terlibat.

Setelah cincin terlibat memberi, kedua wakil memperkenalkan anggota dari kedua keluarga dalam urutan. Kemudian keluarga kedua menikmati pesta yang disiapkan oleh keluarga tunangan. Hal ini juga diharapkan bahwa beberapa hadiah dikembalikan ke keluarga tunangan untuk keberuntungan sebelum daun keluarga tunangan.

Hari-hari setelah upacara pertunangan untuk upacara pernikahan, orang tua dari keluarga tunangan membawa kartu pernikahan dengan hadiah kepada teman-teman mereka, anggota keluarga ... dan tetangga untuk mengundang mereka ke pesta pernikahan pasangan muda mereka.

Kontemporer Tradisional Pernikahan Vietnam
Laju perubahan
Pernikahan tradisional modern di Vietnam berbeda secara signifikan kepada mereka di masa lalu. Perubahan yang paling jelas adalah biaya - tekanan sosial dari 'wajah' menyebabkan beberapa keluarga untuk menghabiskan sampai setara dengan gaji sepuluh tahun. Perbedaan lain yang jelas adalah usia rata-rata pasangan.

Di masa lalu, seorang laki-laki dari 20 dengan pengantin 18 tahun akan dianggap sebagai pasangan yang ideal. Hari ini, pendidikan, tingkat emansipasi perempuan, dan kebutuhan untuk mengejar karir telah menaikkan angka dengan lima atau bahkan sepuluh tahun untuk kelas menengah penduduk kota. Pasangan kelas pekerja cenderung menikah sebelumnya.

Kontemporer keyakinan
Tradisi perjodohan sebagian besar memudar, namun kebanyakan orangtua memiliki pandangan perusahaan yang mereka memutuskan bahwa pasangan calon tidak cocok, kebanyakan orang-orang muda akan menerima putusan dan memutuskan hubungan itu.

Beberapa anak muda mencari jasa seorang peramal terlebih dahulu untuk menentukan apakah penghubung masa depan mereka akan berhasil. Jika hasilnya negatif, sebagian besar akan mundur.

Perempuan beberapa tahun lebih dari 30 dianggap masa lalu mereka menjual-berdasarkan tanggal - untuk pria, itu adalah sekitar 35. Kemungkinan yang tersisa di rak yang menakutkan, terutama bagi perempuan. Sebagai tenggat waktu kian mendekat, individu dan keluarga 'kriteria menjadi looser - baik pasangan yang cocok daripada pasangan tidak!

Mengatur pernikahan
Tahap pertama pernikahan biasanya ketika orang tua pemuda itu berkonsultasi dengan peramal untuk melihat apakah pasangan ditakdirkan untuk hidup bersama sebagai suami dan istri. Jika demikian, ia secara resmi akan meminta tangan wanita muda itu.

Permintaan yang sebenarnya dibuat oleh pihak yang terdiri dari orang tua pemuda itu, atau bibi dan paman jika dia yatim piatu, dan perantara yang pergi untuk bertemu orang tua wanita muda itu. Partai mengambil hadiah seperti daun sirih dan pinang kacang, dan bertanya apa keluarga membutuhkan tangan putri mereka. Orangtua wanita muda itu biasanya akan meminta sejumlah uang untuk menutupi biaya persiapan pernikahan.

Pertunangan
Tahap berikutnya dalam proses adalah keterlibatan, yang, setelah persetujuan telah diberikan, biasanya mengikuti beberapa bulan setelah. Namun, dalam beberapa keadaan seperti universitas atau salah satu mitra kerja di luar negeri, bisa lebih lama lagi.

Orang Vietnam percaya bahwa beberapa hari sangat menguntungkan, sehingga memilih hari yang tepat untuk pertunangan dan pernikahan adalah tugas lain untuk peramal.

Jika tunangan atau keluarganya istirahat dari keterlibatan untuk alasan apapun, semua hadiah harus dikembalikan kepada keluarga pemuda itu. Jika tunangan punggung sebelum hari besar, keluarganya membuat mereka.

Pertunangan adalah upacara khidmat. Pada hari itu, pemuda akan bepergian dengan keluarganya ke rumah bantalan hadiah wanita muda dari buah pinang, kue, anggur, rokok, dan sebagainya. Wanita muda mengenakan podium merah ao dan perjamuan diadakan setelah ritual formal dilakukan di depan altar leluhur. Upacara pertunangan merupakan kesempatan bagi keluarga wanita muda itu untuk memenuhi masa depan mereka anak-in-hukum.

Hari pernikahan
Tahap akhir adalah hari pernikahan. Secara tradisional, pasangan harus tetap terpisah pada hari sebelumnya untuk mencegah nasib buruk. Pada malam sebelumnya, ibu pengantin wanita akan cenderung rambut putrinya dengan sisir beberapa. Setiap sisir berarti sesuatu, tetapi yang paling penting adalah sisir ketiga - pada saat itu dia akan meminta keberuntungan dan kebahagiaan rumah barunya.

Pada hari besar, keluarga pengantin wanita dan tamu undangan berkumpul di rumahnya untuk menunggu kedatangan mempelai laki-laki. Sesaat sebelum pesta pengantin pria adalah karena, pengantin menyelinap pergi untuk mengenakan gaun pengantinnya.

Hadiah dari keluarga pengantin pria
Orang tua mempelai pria dan kerabat langsung didahului oleh ganjil pemuda berpakaian rapi dalam kemeja dan dasi, dan celana gelap. Mereka masing-masing membawa nampan ditutupi dengan kain merah, atau alternatif merah besar dan tabung emas, yang berisi hadiah dari daun sirih, pinang kacang, anggur, buah, kue, teh dan sebagainya.

Di masa lalu, mereka akan berjalan, namun pesta pernikahan saat ini kebanyakan memilih untuk mobil dan mengubah cyclos untuk bagian terakhir dari perjalanan. Merah adalah warna dominan dalam pernikahan tradisional Vietnam - itu dianggap sebagai warna keberuntungan dan akan mengarah pada masa depan yang cerah.

Setelah kedatangan pemuda turun dan dipenuhi dengan jumlah yang sama dari perempuan muda berpakaian merah mimbar ao. Tangan pria hadiah kepada para wanita yang membawa mereka masuk.

Setiap wanita muda tangan rekan laki-lakinya sejumlah kecil uang untuk menandakan bahwa mereka 'bekerja' ada takhayul bahwa menjadi pembantu yang belum dibayar pada pernikahan akan berarti bahwa Anda tidak akan menikah.

Menerima hadiah
Beberapa terkemuka partai mempelai pria memasuki rumah pengantin wanita membawa nampan cangkir kecil anggur dan mengundang orang tua pengantin untuk mengambil seteguk. Dengan menerima roti, orang tua pengantin wanita secara simbolis setuju untuk mengakui pihak pengantin pria. Beberapa tahun yang lalu, ini akan disertai dengan petasan, namun banyak kecelakaan dan larangan berikutnya mengakhiri tradisi.

Keluarga mempelai pria memperkenalkan diri dan meminta izin untuk anak mereka untuk menikah istrinya. Seorang Master of Ceremony (biasanya orang yang dihormati dipilih dari kerabat pengantin wanita) menginstruksikan orang tua pengantin wanita untuk menyajikan putri mereka. Pengantin wanita kemudian masuk. Secara tradisional, ini akan menjadi merah au dai. Pengantin pria akan mengenakan setelan jas gelap atau, lebih tradisional, hitam ao dai.

Upacara
Upacara pernikahan dimulai di depan altar. Pengantin perempuan dan pengantin pria berlutut dan berdoa, meminta izin nenek moyang mereka untuk menikah dan berkat mereka pada keluarga mereka-to-be. Pasangan itu kemudian berbalik dan tunduk pada orang tua pengantin wanita berterima kasih kepada mereka untuk meningkatkan dan melindungi dirinya sejak lahir.

Mereka kemudian menundukkan kepala mereka terhadap satu sama lain untuk menunjukkan rasa terima kasih dan rasa hormat mereka untuk segera-to-be mereka suami atau istri. Master of Ceremonies kemudian menyarankan pasangan pernikahan pada memulai sebuah keluarga baru dan dua pasang orangtua bergiliran untuk berbagi pengalaman mereka dan memberikan berkat. Pengantin pria dan pengantin kemudian bertukar cincin pernikahan, dan orang tua memberikan gelang emas pasangan yang baru kawin, anting-anting dan hadiah berharga lainnya.

The pesta pernikahan
Setelah pernikahan, kedua belah pihak pengantin meninggalkan untuk bergabung dengan tamu yang tidak diundang ke upacara pernikahan di sebuah perjamuan besar. Ini biasanya sebuah pertemuan besar, sering di ratusan dan kadang-kadang lebih. Pengantin pria, pengantin, dan keluarga mereka sekali lagi diperkenalkan kepada para tamu dan semua orang minum bersulang. Makan malam atau makan siang disajikan di meja.

Selama resepsi, pengantin pria, pengantin, dan orang tua mereka mengunjungi setiap meja untuk terima tamu mereka. Sebagai imbalannya, para tamu memberikan amplop berisi kartu pernikahan, hadiah uang dan menjadi berkat bagi pasangan yang baru kawin.

Setelah jamuan makan malam, pesta pengantin pria dan pengantin wanita meninggalkan rumah mempelai pria, di mana ia akan hidup. Kemudian, pihak pengantin berikut untuk memeriksa akomodasi - terutama perkawinan

Vietnam dan Barat Pernikahan Upacara
Di seluruh dunia, pernikahan diatur oleh daftar tak berujung adat dan takhayul. Elka Ray mengkaji beberapa tradisi menarik yang berhubungan dengan pernikahan Barat dan Vietnam. Pernikahan paling Vietnam berlangsung pada musim gugur dan musim dingin, ketika cuaca dingin dan petani memiliki lapangan kurang. Eropa, sementara itu, cenderung menikah di musim panas. Apa yang kebanyakan orang Barat gagal untuk menyadari bahwa takhayul kuno mempengaruhi tanggal pernikahan mereka. Menurut sebuah sajak tua, pasangan menikah pada bulan Juni (bulan yang paling populer untuk pernikahan Barat) mungkin berharap untuk "satu bulan madu panjang". Keyakinan ini kembali 2000 tahun, sejak bulan keenam bernama setelah Juno, dewi Romawi pernikahan. Mungkin, sementara itu, dianggap bencana bagi pernikahan, seperti Romawi disajikan persembahan kepada orang mati saat ini. Banyak keluarga Vietnam beralih ke astrolog untuk membantu menentukan calon mempelai pria dan kompatibilitas untuk memilih hari pernikahan menguntungkan. Untuk seorang wanita Vietnam, menikah pada usia 22, 23, 26, atau 28 dianggap sial.

Dalam kedua Vietnam dan Barat, menikah secara tradisional melibatkan dua langkah: keterlibatan dan pernikahan. Menurut tradisi, seorang laki-laki Barat diminta untuk meminta ayah pengantin wanita untuk tangan putrinya dalam pernikahan. Sebuah cincin pertunangan kemudian disampaikan kepada gadis sebagai simbol komitmen pengantin pria dan sebagai tanda bagi pelamar potensial lain yang kasih sayang nya yang "terlibat". Sementara romantis modern tidak mungkin menyukai ide itu, tradisi ini berakar pada hari-hari ketika pernikahan yang diatur dan keluarga mempelai pria membayar mas kawin atau "pengantin-harga" untuk tangan gadis itu.

Di Vietnam, upacara pertunangan, atau hoi, juga melibatkan pemberian hadiah. Pengantin pria dan keluarganya mengunjungi keluarga bantalan kotak putaran pengantin dipernis merah penuh daun teh, kue, buah, anggur dan buah pinang dan buah pinang. Seperti merah dianggap sebagai warna keberuntungan, kotak terbungkus sutra merah dan dibawa oleh gadis-gadis yang belum menikah atau anak laki-laki dalam pakaian merah.

Sementara karunia-karunia ini adalah simbol, itu juga adat untuk keluarga anak itu dengan barang-barang berharga seperti ternak atau perhiasan. Hadiah-hadiah yang terkandung dalam kotak dipernis ditetapkan di altar leluhur keluarga gadis itu, setelah mana hadiah dimakan dibagi menjadi dua bagian. Bagian kecil dikembalikan ke keluarga anak itu untuk menunjukkan bahwa mereka telah terlalu murah hati dan bahwa keluarga pengantin wanita tidak serakah.

Di masa lalu, sebuah hoi bisa berlangsung selama dua tahun sebelum pernikahan. Hari ini, sering dipentaskan sehari sebelum acara utama, atau le cuoi. Pada hari ini, pada keluarga pengantin pria merupakan prosesi ke rumah pengantin wanita untuk mengumpulkan pengantin wanita. Mereka disambut oleh anggota keluarga mempelai wanita, yang hatilah untuk tidak menginjak luar gerbang mereka sehingga tidak muncul overager untuk menikahkan anak perempuan mereka. Jamuan makan biasanya berikut, setelah pengantin pria dan perjalanan ke rumah keluarga anak itu, di mana pengantin baru akan hidup.

Bantu saya untuk mengembangkan artikel diatas di email artikelnikah@gmail.com

Dikutip dari :
http://www.asianatravel.com.vn/component/content/article/187-destination-fact/1403-traditional-a-customs-

Baca juga Tips Artikel selanjutnya disini.

Kritik dan Saran / Luruskan Artikel Ini bisa dikirim melalui tautan disini.

Memilih Hari Baik Pernikahan Menurut Kristen


Memilih Hari Baik Pernikahan Menurut Kristen

Berikut adalah tips/info untuk memahami memcari hari baik pernikahan menurut agama Kristen yang dikutip dari blog renungan--kristen, bisa di baca di bawah ini :

Ayat Bacaan: 1 Petrus 3:10
____________________


    "Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu"


Sudah sering kita dengar bahwa dalam menentukan hari pernikahan, untuk memulai usaha atau momen2 penting lainnya, orang merasa butuh untuk mencari hari baik, bulan baik dan sebagainya. Ada beberapa kebudayaan yang memang menyarankan seperti itu. Kemarin dalam sesi pemotretan pre wedding saya, sang photographer yang ternyata sedang dalam proses mengajukan lamaran, dalam perjalanan menuju lokasi pemotretan di kawah putih bercerita bahwa hari baik dia jatuh pada hari sabtu dan minggu. Berarti proses lamaran tersebut HARUS jatuh pada salah satu dari dua hari tersebut, apapun kondisinya. Coba kita pikir lagi, seandainya dia mengajukan lamaran diluar sabtu dan minggu, berarti pernikahannya nanti bakal berjalan buruk? atau, jika hari baik tersebut dijalankan, pernikahannya pasti bahagia? benarkah kebahagaiaan dan kesuksesan suatu momen hidup itu ditentukan oleh penanggalan, atau benarkah Tuhan dalam memberi berkat sifatnya milih2, dan ada hari dimana Tuhan tidak memberkati kita?

Teman, sebelum Tuhan menciptakan manusia, dalam kitab Kejadian, Ia telah berfirman bahwa langit dan bumi, siang dan malam, pagi dan petang, darat dan laut, yang telah diciptakanNya itu baik adanya. Tuhan tidak pernah mengajarkan bahwa ada hari yang buruk bagi anak2Nya. Artinya, berkat dan kasih yang Dia curahkan tidak pernah membeda2kan sesuai penanggalan. Tuhan tidak diskriminatif dan pilih kasih. Dia Allah yang Maha Adil dan setia.

Saya tidak memungkiri bahwa ada saat2 dimana kita mengalami sebuah hari buruk alias bad day kata teman2 kita dibelahan dunia lain. Mungkin hal2 yang kita alami buruk, karena berbagai macam alasan, tapi itu bukan berarti Tuhan menciptakan hari yang baik dan buruk. Lihat betapa pentingnya Tuhan menekankan segala sesuatu itu baik, bahkan sebelum manusia diciptakan dan tertulis di halaman awal alkitab. Itu menunjukkan betapa pentingnya Tuhan menyatakan bahwa setiap hari itu diciptakanNya baik. Pada ayat kutipan hari ini,Petrus dengan jelas menyatakan, bahwa jika kita ingin mendapati hari yang baik setiap harinya, kita harus menjaga lidah dan bibir kita. Dengan lidah dan bibir yang selalu memuji Tuhan, bersyukur padaNya, dan menghindari kata2 kutuk, menjelek2an orang, dusta dan sebagainya, Tuhan memberikan sebuah janji bahwa hari apapun, kapanpun, akan berjalan dengan baik. Itu pasti.

    Segala yang diciptakan Tuhan baik adanya, termasuk hari2 dalam hidup kita.

Sumber :
http://renungan--kristen.blogspot.com

Jika anda masih kurang jelas/ingin artikel serupa, silahkan klik alamat tautan disini.


Baca juga Tips Artikel selanjutnya disini.


Kritik dan Saran Bisa dikirim disini.

Kamis, 11 Oktober 2012

Memilih Hari Baik Pernikahan Menurut Islam ??


Mencari Hari Baik Menurut Islam?? Bag.1

Jika anda bingung mententukan hari pernikahan secara Islami maka ada baiknya anda membaca artikel pernikahan berikut ini yang di kutip dari berbagai sumber, silahkan pahami lagi mengenai pemilihan hari baik pernikahan menurut Islam dengan membaca artikel di bawah ini :

Pernikahan adalah satu ikatan yang membukakan banyak tabir keharamaan di antara dua insan, dan merubahnya menjadi ladang ibadah yang penuh barakah,  halal dan syar’i. Bersentuhan antara dua insan nonmuhrim yang pada awalnya haram, setelah melewati ritual pernikahan menjadi halal. Jika sebelum terikat pernikahan, memandang atau saling memandang adalah perbuatan yang diharamkan, maka setelah melewati prosesi pernikahan akan menjadi ibadah yang dibutuhkan dan sangat dianjurkan. Pernikahan adalah pembuka gerbang kehalalan bagi dua insan. Maka, jagalah pernikahan dengan segala kesuciannya, jangan nodai pernikahan dengan perkara-perkara yang dimurkai oleh Allah swt.

Syirik merupakan salah satu dosa terbesar yang tidak dapat diampuni oleh Allah swt, kecuali dengan sebenar-benarnya taubat kepada Allah swt. Namun, banyak sekali perbuatan-perbuatan syirik yang dilakukan seorang muslim dalam kehidupan sehari-harinya. Ada yang sudah tahu namun menutup telinga, dan ada juga yang terjerumus tanpa sepengetahuannya.

Salah satu tradisi bernilai syirik yang masih terus hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat muslim saat ini adalah “mencari atau menanyakan hari baik” kepada orang tertentu (yang diyakini mengerti atau dapat meramal) untuk melangsungkan pernikahan. Perlu diketahui, bahwa menanyakan hari baik untuk melangsungkan pernikahan merupakan salah satu bentuk syirik kepada Allah swt.

Datang kepada orang tua, yang dituakan, tokoh masyarakat, atau kyai untuk bertanya dan mencari hari baik merupakan salah satu perbuatan syirik, karena mengandung unsur meramal. Ini sama artinya dengan mendatangi atau meminta bantuankepada TUKANG RAMAL atau DUKUN. Biasanya, hari dan tanggal lahir kedua calon pengantin dihitung-hitung atau diterawang lebih dahulu, dilihat dari primbon dan sebagainya. Kemudian hasil terawangan menyatakan bahwa pernikahan harus dilaksanakan pada hari dan tanggal sekian, jika pernikahan dilaksanakan pada hari-hari yang lain akan mendatangkan musibah, misalnya kematian salah satu pengantin, rezeki keluarganya akan sempit, keluarga sakit-sakitan, rumah tangganya akan berantakan, dan sebagainya. Hal ini tentu saja sudah mengarah kepada syirik.

Percaya dan menjalankan perbuatan ini sama artinya dengan mengatakan bahwa dukun atau tukang ramal itu adalah lebih baik, lebih mengerti, lebih kuasa, dan lebih hebat dari Allah swt. Dengan mempercayai dan menjalankan perbuatan tersebut, sama saja kita telah mengatakan bahwa perhitungan dan ucapan tukang ramal, dukun, dan primbon itu adalah lebih baik dari pada Al Quran.

Dalam hal ini, orang tua tempat bertanya tentang hari baik itu sudah dikategorikan sebagai seorang DUKUN.

Mengenai siapakah yang dapat disebut sebagai dukun, Ibnul Atsir t mengatakan: “Dukun adalah seseorang yang selalu memberikan berita tentang perkara-perkara yang belum terjadi pada waktu mendatang dan mengaku mengetahui segala bentuk rahasia. Memang dulu di negeri Arab banyak terdapat dukun seperti syiqq, sathih dan selainnya. Di antara mereka (orang Arab) ada yang menyangka bahwa dukun itu adalah para pemilik jin yang akan menyampaikan berita-berita kepada mereka. Di antara mereka ada pula yang menyangka bahwa dukun adalah orang yang mengetahui perkara-perkara yang akan terjadi dengan melihat kepada tanda-tandanya. Tanda-tanda itulah yang akan dipakai untuk menghukumi kejadian-kejadian seperti melalui pembicaraan orang yang diajak bicara atau perbuatannya atau keadaannya, dan ini mereka khususkan istilahnya dengan tukang ramal, Seperti seseorang mengetahui sesuatu yang dicuri dan tempat barang yang hilang dan sebagainya.” (An-Nihayah fii Gharibil Hadits, 4/214)

Sedangkan Al-Lajnah Ad-Da`imah (Lembaga Fatwa Kerajaan Arab Saudi) mengatakan: “Dukun adalah orang yang mengaku mengetahui perkara-perkara ghaib atau mengetahui segala bentuk rahasia batin. Mayoritas dukun adalah orang-orang yang mempelajari bintang-bintang untuk mengetahui kejadian-kejadian (yang akan terjadi) atau mereka mempergunakan bantuan jin-jin untuk mencuri berita-berita. Dan yang semisal mereka adalah orang-orang yang mempergunakan garis di tanah, melihat di cangkir, atau di telapak tangan atau melihat buku untuk mengetahui perkara-perkara ghaib tersebut.” (Fatawa Al-Lajnah Ad-Da`imah, 1/393-394)

Tidak ada seorang manusiapun di dunia ini yang dapat melihat hal-hal yang ghaib (masa depan adalah salah satu perkara yang ghaib). Bahkan Rasulullah saw, manusia termulia, kekasih Allah swt yang Maha Mengetahui yang telah, sedang, maupun yang akan terjadi saja tidak pernah meramal atau meminta diramalkan mengenai  masa depannya, lalu bagaimana mungkin manusia yang penuh dengan dosa seperti kita ini dapat melakukannya? (“Katakanlah : Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku (pula) menolak kemudlaratan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudlaratan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Al A’raaf : 188).)

Dan satu hal yang perlu kita yakini adalah, seberapapun besar usaha seseorang (dukun atau tukang ramal) untuk memberikan hari baik kepada seseorang, jika memang Allah swt hendak memberikan musibah kepadanya, maka tidak akan ada yang mampu untuk menghindar ataupun selamat darinya.

”Dimana kamu berada kematian akan mengejarmu kendatipun kamu berada dalam benteng yang kokoh ”. (An-Nissa : 78)

Di ayat lain, Allah juga berfirman: ”Katakanlah sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya akan menemui kamu kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui yang gaib dan yang nyata lalu diberikan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan ”. (QS. Al Jumua’ah : 8)

Untuk lebih meyakinkan mengenai haramnya perdukunan atau peramalan, berikut kami berikan beberapa dalil yang terkait:

“Katakan bahwa tidak ada seorangpun yang ada di langit dan di bumi mengetahui perkara ghaib selain Allah dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” (QS. An Naml : 65)

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang didaratan dan dilautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. (QS. Al An’am : 59)

“Jika Allah memintakan sesuatu kemudlaratan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya melainkan Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan Dialah Yang Berkuasa atas sekalian hamba-Nya, dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al An’am : 17-18)

“Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w , beliau bersabda:’Barangsiapa yang mendatangi kahin (dukun)) dan membenarkan apa yang ia katakan, sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad s.a.w.” (HR. Abu Daud).

“Dikeluarkan oleh empat Ahlus Sunan dan disahihkan oleh Al-Hakim dari Nabi saw dengan lafaz: ‘Barangsiapa mendatangi tukang ramal atau dukun dan membenarkan apa yang ia katakan, sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad saw .”

“Dari Imran bin Hushain ra.,dia berkata: ‘Rasulullah s.aw bersabda: ‘Bukan termasuk golongan kami yang melakukan atau meminta tathayyur (menentukan nasib sial berdasarkan tanda-tanda benda,burung dan lain-lain), yang meramal atau yang meminta diramalkan, yang menyihir atau meminta disihirkan dan barangsiapa mendatangi peramal dan membenarkan apa yang ia katakan, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap wahyu yang diturunkan kepada Muhammad saw .” (HR. Al-Bazzaar,dengan sanad jayyid).

“Orang yang mendatangi tukang ramal (paranormal) kemudian ia bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka shalatnya tidak akan diterima selama 40 malam”. (HR. Muslim dan Ahmad, dari sebagian isteri Nabi [Hafshah])

“Orang yang mendatangi dukun, kemudian membenarkan apa yang dikatakanya atau mendatangi wanita yang sedang haidh, atau menjima’ istrinya dari duburnya, maka sesungguhnya orang tersebut telah terlepas (kafir) dari apa yang telah diturunkan kepada Muhammad saw”. (HR. Imam Ahmad, Tirmidzi, Abu Daud dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah)

“Bahwa Rasulullah saw melarang pemanfaatan jual beli anjing, mahar kedurhakaan (makhar perzinahan/pelacuran) dan memberi upah kepada dukun”. (HR. Bukhari dan Muslin dari Abu Mas’ud)

“Kunci perkara ghaib itu ada lima, tidak ada seorangpun yang mengetahuinya melainkan Allah Ta’ala : ‘Tidak ada seorangpun yang mengetahui apa yang akan terjadi esok selain Allah Ta’ala, dan tidak ada seorangpun mengetahui apa yang didalam kandungan selain Allah Ta’ala, dan tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan terjadinya hari kiamat kecuali Allah Ta’ala, dan tidak ada seorangpun yang mengetahui dibumi mana dia akan mati selain Allah Ta’ala, dan tidak seorangpun mengetahui kapan hujan akan turun kecuali Allah Ta’ala”. (HR. Imam Bukhari dan Imam Ahmad dari Ibnu Umar)

Dari dalil-dalil di atas, jelas sekali bahwa Allah swt melarang kita untuk mendatangi dukun atau tukang ramal. Dengan mendatangi dan mempercayai mereka, berarti kita telah mengakui adanya kekuatan yang dapat menembus perkara ghaib selain Allah swt. Maka kita telah melakukan perbuatan syirik kepada Allah swt. Dan pada salah satu hadits di atas, Rasulullah saw juga telah mengatakan dengan jelas bahwa dengan mendatangi dan mempercayai dukun atau tukang ramal berarti kita telah kufur kepada Allah swt.

Sungguh, aneh sekali orang-orang yang mengaku dirinya Islam dan hendak melangsungkan pernikahan dalam syariat Islam, tapi masih menyandarkan masa depan  pernikahannya pada seorang dukun atau tukang ramal. Apakah mereka berpikir bahwa dukun atau tukang ramal tersebut memiliki kekuatan yang jauh lebih dahsyat dari Allah swt? Apakah mereka berpikir bahwa dukun atau tukang ramal yang telah bersekutu dengan jin tersebut dapat menghindarkan mereka dari malapetaka yang akan menimpanya? Na’udzubillah! Tidak akan ada yang akan selamat dan menyelamatkan manakala Allah swt telah menentukan satu musibah kepada seorang atau sekelompok hamba. Dan tidak akan ada pula yang akan terluka atau menderita sedikitpun, manakala Allah swt telah memutuskan untuk memberikan pertolongan-Nya.

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,”(QS. Al hadiid : 22 – 23).

Merujuk pada ayat di atas, jelaslah bahwa segala sesuatu bencana yang terjadi itu merupakan suatu ketetapan yang telah tertulis di Lauh Mahfuzh. Bukan dukun atau tukang ramal yang menyebabkannya, dan bukan mereka pula yang akan menghilangkannya. Maka tidak ada satu pernikahan yang mengalami kegagalan karena tidak mendatangi dukun atau tukang ramal guna menanyakan hari baik. Tidak akan ada musibah dalam suatu pernikahan, kecuali itu sudah tertulis di Lauh Mahfuzd, menjadi rahasia Allah swt, dan tidak akan ada yang mampu untuk mengetahui ataupun menghindarinya.

Pernikahan adalah gerbang pembuka halalnya satu ikatan antara seorang lelaki dengan seorang perempuan. Pernikahan akan merubah berbagai banyak perkara yang haram menjadi halal. Pernikahan merupakan media yang akan membuang banyak nilai-nilai dosa dan maksiat menjadi nilai ibadah dan pahala.

Saling memandang dan saling menyentuh antar pasangan yang telah dihalalkan melalui ikatan pernikahan merupakan satu bentuk ibadah dan tentunya segala bentuk ibadah adalah berpahala. Sedangkan saling memandang dan saling menyentuh antar lawan jenis tanpa ikatan pernikahan atau ikatan kemuhriman merupakan salah satu bentuk maksiat, dan tentu saja segala bentuk maksiat akan menimbulkan dosa.

Subhanallah! Betapa indah dan mulianya nilai-nilai yang terkandung di dalam sebuah pernikahan. Bahkan yang pada awalnya haram pun akan berubah menjadi halal dan akan dihitung sebagai suatu ibadah.

Saudaraku, mari sama-sama kita jaga nilai-nilai kemuliaan pernikahan dan akidah islam kita dengan menjauhkan diri dari segala bentuk perbuatan syirik dan menyekutukan Allah swt. Serahkan semuanya kepada Allah swt. Menikahlah dengan niat untuk beribadah kepada Allah swt, dan laksanakanlah pernikahan tersebut dengan cara-cara yang telah ditetapkan oleh Allah swt di dalam syariat Islam. Memohon dan memintalah pertolongan hanya kepada Allah swt untuk mendapatkan pernikahan yang selamat, yang penuh dengan barakah, sakinah, mawaddah, warrohmah. Karena Allah swt yang Mengatur dan Memiliki segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi, serta yang ada diantara keduanya.

“Hanya kepadaMu-lah kami menyembah dan hanya kepadaMu-lah kami meminta tperolongan.” (QS. Al-Fatihah:5)

Wallahua’lam

www.syahadat.com



Mencari hari baik menurut Islam?? Bagian.2 ( Selesai )

Mencari sesuatu yang lebih baik atau yang terbaik bukanlah satu hal yang dilarang  di dalam ajaran agama Islam. Justru Islam mengajarkan kepada umatnya untuk senantiasa menjadi yang terbaik dan memberikan hasil yang terbaik. Namun, memberi atau mencari sesuatu yang lebih baik atau yang terbaik tentunya tidak boleh dilakukan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan syariat Islam, terlebih lagi dengan cara-cara yang bertentangan dengan syariat Islam.

Menikah merupakan salah satu fenomena yang senantiasa diharapkan oleh setiap manusia yang berakal dan berjiwa sehat. Menikah merupakan salah satu di antara dua jalan terbaik yang diajarkan di dalam Islam untuk menanggulangi bahaya hawa nafsu, yaitu nafsu biologis atau nafsu syahwat. Jalan lainnya yang diajarkan di dalam ajaran Islam adalah dengan melakukan puasa (shaum). Tidak ada jalan lain yang lebih baik dalam pandangan Islam untuk melindungi diri dari fitnah nafsu syahwat.

Nafsu syahwat merupakan salah satu musuh manusia yang paling berat. Oleh karena itu, Islam menganjurkan kepada umatnya yang telah memiliki kemampuan untuk menikah agar segera menikah, tidak menunda-nundanya.

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (An Nuur 32)

“Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya” (HR. Bukhori-Muslim)

“Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud)

“Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat” (HR. Ibnu Majah,dhaif)

“Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka” (Al Hadits)

“Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah” (HR. Tirmidzi)

“Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak” (HR. Abu Dawud)

“Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain” (HR. Abdurrazak dan Baihaqi)

Demikian vitalnya hikmah, manfaat dan maslahat yang dapat diperoleh dari nikah, hingga Rasulullah saw pun mencela orang-orang yang tidak mau menikah (membujang tanpa adanya alasan yang syar’i). Melalui beberapa sabdanya, Rasulullah saw mengatakan:

“Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku” (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.)

“Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari)

“Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang” (HR. Abu Yahya dan Thabrani)

Islam adalah agama yang mudah, yang memberikan kemudahan kepada seluruh umatnya. Sehingga ketika ada peraturan yang diberikan oleh Allah swt melalui ajaran Islam, maka peraturan itu tidak akan bersifat memberatkan, terlebih lagi jika aturan atau perintah yang diberikan tersebut memiliki peranan dan manfaat yang sangat penting bagi umat-Nya. Ketika Allah swt menetapkan bahwa nikah adalah salah satu dari dua jalan keluar yang diajarkan di dalam Islam untuk melawan serangan hawa nafsu maka Allah swt pun telah turut memberikan kemudahan kepada umat-Nya untuk menikah.

Salah satu kewajiban yang harus dipenuhi dalam sebuah akad nikah oleh seorang laki-laki sebagai penghalal hubungan suami istri adalah harus memberikan mahar kepada calon istri. Tanpa adanya mahar, maka keduanya belum halal atau pernikahannya belum dikatakan sah. Maka dalam hal ini Allah swt melalui ajaran Islam memberikan kemudahan kepada pihak laki-laki berupa kemurahan nilai mahar. Islam mengajarkan kepada umat muslimah untuk tidak meninggikan atau mensyaratkan mahar yang bernilai tinggi, yang akan berakibat menyulitkan pihak laki-laki atau pernikahan itu sendiri. Berikut sabda Rasulullah saw mengenai perintah untuk merendahkan nilai mahar kepada wanita.

“Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya” (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih)

“Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya.” (HR. Ashhabus Sunan)

Dalam hal ini, Allah swt juga telah berfirman, yang artinya:

“Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan” ( An Nisaa : 4)

Merujuk pada urgensi nikah yang telah dipaparkan di atas, maka memang tidak ada salahnya jika akhirnya banyak orang selalu mengawali pelaksanaan akad nikah mereka dengan kesibukan mencari hari baik.

Tidak ada salahnya untuk mecari haik, namun pada dasarnya Islam tidak mengajarkan hal ini. Karena dalam kacamata Islam, seluruh hari adalah baik, tidak ada hari yang buruk, terlebih lagi hari yang dapat memberikan keburukan atau malapetaka. Tidak ada dalil yang secara jelas dan detail di dalam ajaran Islam baik dalam bentuk firman Allah swt maupun hadits Rasulullah saw. Islam juga tidak mengajarkan kepada umatnya untuk mencari hari baik dalam melangsungkan akad nikah atau pernikahan.

Kenapa pada artikel sebelumnya (Pernikahan: Mencari Hari Baik), penulis lebih memfokuskan permasalahan pada praktek perdukunan atau peramalan?

Karena, praktek itulah yang saat ini banyak sekali dan masih berkembang di dalam kehidupan umat muslim. Sekali lagi penulis mengatakan bahwa tidak ada salahnya untuk seseorang mencari yang terbaik atau lebih baik. Namun, ketika cara yang dilakukan itu mengarah pada pertentangan terhadap syariat Islam, maka tentu saja hukumnya adalah haram. Dan itulah yang saat ini banyak terjadi di dalam kehidupan umat Islam. Mereka harus mendatangi orangtua atau orang pintar untuk mencari hari baik, untuk pelaksanaan akad nikah. Orang pintar atau orang tua itulah yang secara tidak langsung, mau atau tidak mau dalam kacamata Islam akan mendapat sebutan sebagai dukun atau paranormal (yang tentu saja diharamkan).

tanggal lahirSeseorang yang disebut sebagai orang tua atau orang pintar tadi akan menghitung-hitung atau meramalkan hari baik untuk calon pengantin yang biasanya melalui tanggal lahir kedua calon kedua pengantin. Kemudian, si orang tua atau orang pintar akan mengatakan “Pernikahannya harus dilaksanakan pada hari ini atau ini, bulan ini atau bulan ini”. Jika dilaksanakan pada hari atau bulan selain yang telah ditunjukkan oleh orang pintar atau orang tua itu maka akan terjadi musibah pada kedua pengantin atau kepada keluarga pengantin, berupa kematian, rezekinya seret, dan lain-lain. Tentu saja hal ini sangat jelas menggambarkan bentuk kesyirikan.

Lepas dari pembahasan mencari hari baik sebagai bentuk perdukunan (karena telah dibahas pada artikel yang lalu “Pernikahan: Mencari Hari Baik”), di sini penulis akan sedikit memberikan gambaran bagaimana menentukan hari yang baik, yang tentunya tidak bertentangan dengan syariat Islam, terlebih lagi mengarah kepada perdukunan atau kemusyrikan.

Sebelumnya, penulis kembali mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada dalil yang secara jelas dan detail yang mengatur mengenai hari yang tepat atau hari baik untuk melakukan akad nikah. Dengan demikian, tidak ada pula ajaran untuk mencari hari baik di dalam Islam. Karena, pada dasarnya semua hari itu adalah baik, semuanya telah diciptakan oleh Allah swt. Namun, sebagai umat Islam kita memiliki seorang suri tauladan terbaik yang bisa dijadikan panutan dalam menjalani seluruh aspek kehidupan. Kita memiliki Rasulullah Muhammad saw yang merupakan suri tauladan yang terbaik, Uswatun Hasanah bagi seluruh umat manusia, khususnya bagi umat muslim itu sendiri.

Memang benar bahwa Rasulullah saw juga tidak pernah mengeluarkan sabda yang mengajarkan atau memerintahkan umatnya untuk memilih hari tertentu untuk melaksanakan akad nikah. Namun sebagai suri tauladan yang terbaik, hanya dialah yang patut kita jadikan panutan. Demikian pula mengenai masalah hari baik untuk akad nikah ini, sudah sepatutnyalah kita mengikuti jejak beliau Rasulullah saw. Karena sesuai perintah Allah swt di dalam Al Quran yang memerintahkan kepada kita untuk mengikuti Rasulullah saw, yang merupakan salah satu tanda cinta kepada Allah swt. Allah swt berfirman:

“Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imraan: 31)

Demikianlah Allah swt memerintahkan umatnya untuk senantiasa mengikuti Rasulullah saw. Berdasarkan firman Allah swt tersebut di atas, maka sudah sepatutnyalah kita mengikuti beliau juga dalam menentukan hari atau waktu untuk akad  nikah.

Dalam hal ini sederhana saja, bahwa Rasulllah saw telah menikahi beberapa dari istri beliau pada bulan yang sama, yaitu jatuh pada bulan Syawal. Dan jika kita menginginkan hari yang baik maka ikutilah jejak beliau, yaitu menikah pada bulan Syawal. Meskipun kita tidak tahu dengan pasti apa hikmah menikah di bulan Syawal yang telah dilakukan oleh Rasulullah saw, namun Insya Allah itulah jalan terbaik yang diridhai oleh Allah swt. Dan dengan mengikuti jejak Rasulullah  saw ini, yang pasti akan menghindarkan kita dari perkara musyrik.

Anehnya, banyak dari umat muslim itu sendiri yang menganggap bulan Syawal sebagai salah satu bulan yang tidak baik untuk melangsungkan pernikahan. Padahal, Rasulullah saw sendiri pun telah menikah pada bulan Syawal beberapa kali (dengan beberapa istri beliau yang salah satunya adalah Aisyah binti Abu Bakar RA).

Anggapan atau mitos tersebut hingga kini masih terus berkembang di dalam kehidupan umat muslim. Mereka terus melanggengkan anggapan yang tidak ada dalilnya sama sekali di dalam ajaran Islam. Di sini tentu saja mereka telah terjatuh pada perkara yang telah disebutkan di dalam  Al Quran sebagai berikut:

“Mereka menjawab: ‘(Bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbuat demikian.’” (QS. Asy Syu’araa: 74)

“Dan apabila dikatakan kepada mereka: ‘Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,’ mereka menjawab: ‘(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami.’ ‘(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?’” (QS. Al Baqarah: 170)

“Apabila dikatakan kepada mereka: ‘Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul.’ Mereka menjawab: ‘Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya.’ Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?” (QS. Al Maidah: 104)

Na’udzubillah! Semoga kita dapat terhindar dari perkara tersebut.

Di sini penulis mengakhiri dengan “wa tawaa shaubilhaq wa tawa shaubishshabri”. Marilah ilmu yang sekelumit ini kita aplikasikan mulai dari diri  dan keluarga kita. Mari kita tuntun kelaurga kita menuju Islam yang seutuhnya.

Demikian. Wallahua’lam.

Sekarang sudah sedikit lebih tahu kenapa artikelnikah.com memberikan tanda tanya dua kali untuk pemilihan hari baik menurut Islam.

Penulis : nurdiyon
http://naunganislami.wordpress.com

Memilih Hari Baik Pernikahan Versi Jawa


Memilih Hari Baik Pernikahan Jawa Versi.1

Kali ini artikelnikah.com menulis tentang pemilihan Hari Baik Nikah dalam versi Jawa, ingin tahu apa saja dan mengapa, silahkan anda baca artikel di bawah ini.

Memilih hari baik untuk menyelenggarakan upacara perkawinan, merupakan pengetahuan yang didapatkan dari ‘ilmu titen’ atau kumpulan catatan dari kejadian-kejadian serupa yang berlangsung terus-menerus dari generasi ke generasi. Misalnya, mengapa Bulan Sura tidak baik untuk meyelenggarakan upacara Perkawinan? Karena biasanya pengantin yang diresmikan pada bulan Sura mengalami celaka. Selain bulan, ada hari, tanggal dan tahun yang menjadi pantangan, karena jika sengaja diterjang biasanya berdampak negatif bagi pengantin dan keluarga.

Dengan mengenali kejadian-kejadian buruk yang berhubungan dengan hari, tanggal, bulan dan tahun, tentunya para pengguna hari untuk upacara Perkawinan tidak mau mengambil resiko, lebih baik memilih hari yang tidak menjadi pantangan. Toh dengan perencanaan matang, memilih hari yang sesuai pun belum tentu menjamin keberhasilan sebuah perkawinan, apalagi yang tidak direncanakan dengan matang. Karena pertimbangan yang sederhana itulah maka sampai sekarang sebaian besar masyarakat menggunakan ‘ilmu titen’ memilih hari yang baik untuk menyelenggarakan upacara Perkawinan. Sehingga muncul istilah ‘musim maten’ ini artinya bahwa pada bulan, yang menurut kebiasaan leluhur (ilmu titen) adalah bulan baik, maka di sana-sini akan dijumpai penyelenggarakan upacara perkawinan.

Ilmu titen yang berkaitan dengan pemilihan hari, perhitungan nasib dan ramalan telah diwariskan turun-temurun dalam bentuk buku yang disebut Primbon. Ada beberapa versi buku Primbon diantaranya: Kitab Centhini, Sabda Pandhita, R. Tanojo, Betaljemur Adam Makna, R. Soemodidjojo.

Untuk memilih hari baik (pada dasarnya semua hari baik, sehingga pengertian memilih hari baik lebih kepada kesesuaian antara waktu dengan pengguna waktu) pada upacara Perkawinan, dengan menggunakan Kalender Jawa Sultan Agungan, pertama kali yang dilakukan adalah menghindari hari yang tidak baik, pada yang meliputi :


A. Hari naas keluarga

1. Hari dan pasaran meninggalnya (geblage) orang tua dari bapak ibu calon pengantin.

2. Jika orang tua dari bapak ibu calon pengantin masih hidup, yang dihindari adalah hari dan pasaran meninggalnya kakek, nenek dari bapak ibu calon penganten.

3. Hari dan pasaran meninggalnya saudara kandung calon pengantin berdua, kalau ada.

B. Hari tidak baik di dalam Bulan

1. Bulan Jumadilakir, Rejeb dan Ruwah hari Rabu, Kamis dan Jumat

2. Bulan Puasa, Sawal, dan Dulkaidah hari Jumat, Sabtu dan Minggu

3. Bulan Besar, Sura dan Sapar, hari Senin, Selasa, Sabtu dan Minggu

4. Bulan Mulud, Bakdamulut dan Jumadilawal hari Senin, Selasa, Rabu dan Kamis

C. Hari tidak baik di dalam Tahun

1. Tahun Alip hari Selasa Pon dan Sabtu Paing

2. Tahun Ehe hari Sabtu Paing dan Kamis paing

3. Tahun Jimawal hari Kamis Paing dan Senin Legi

4. Tahun Je hari Senin Legi dan Jumat Legi

5. Tahun Dal hari Jumat Kliwon dan Rabu Kliwon

6. Tahun Be hari Rabu Kliwon dan Minggu Wage

7. Tahun Wawu hari Minggu Wage dan Kamis Kliwon

8. Tahun Jimakir hari Kamis Pon dan Selasa Pon

D. Tanggal tidak baik di dalam Bulan

1. Bulan Sura tanggal 6, 11 dan 18

2. Bulan Sapar tanggal 1, 10 dan 20

3. Bulan Mulud tanggal 1, 8, 10, 15 dan 20

4. Bulan Bakdamulud tanggal 10, 12, 20 dan 28

5. Bulan Jumadilawal tanggal 1, 10, 11 dan 28

6. Bulan Jumadilakir tanggal 10, 14 dan 18

7. Bulan Rejeb tanggal 2 , 13, 14, 18 dan 27

8. Bulan Ruwah tanggal 4, 12, 13, 26 dan 28

9. Bulan Puasa tanggal 7, 9, 20 dan 24

10. Bulan Syawal tanggal 2, 10 dan 20

11. Bulan Dulkaidah tanggal 2, 9, 13, 22 dan 28

12. Bulan Besar tanggal 6, 10, 12 dan 20

E. Samparwangke, arti harafiahnya adalah menyampar Bangkai. Merupakan hari yang tidak baik di dalam Wuku (Zodiak Jawa)

1. Wuku Warigalit, hari Senin Kliwon

2. Wuku Bala, hari Senin Legi

3. Wuku Langkir, hari Senin Paing

4. Wuku Sinta, hari Senin Pon

5. Wuku Tambir, hari Senin Wage

F. Taliwangke (mengikat bangkai), hari yang tidak baik di dalam Bulan dan Wuku

1. Bulan Dulkangidah dan Jumadilawal Wuku Wuye, hari Senin Kliwon

2. Bulan Besar dan Jumadilakir Wuku Wayang, hari Selasa Legi

3. Bulan Sura dan Rejeb Wuku Landep, hari Rabo Paing

4. Bulan Sapar dan Ruwah Wuku Warigalit, hari Kamis Pon

5. Bulan Mulud dan Puasa Wuku Kuningan, hari Jumat Wage

6. Bulan Bakdamulud dan Syawal Wuku Kuruwelut, hari Sabtu Kliwon

Dikutip dari: tembi.org


Memilih Hari Baik Pernikahan Jawa Versi.2

Cara Menentukan Hari Pernikahan



Menikah merupakan impian bagi setiap orang. Berbagai persiapan dilakukan untuk menyambut hari yang spesial ini. Tentu bagi beberapa pasangan yang masih meyakini tradisi lokal akan mencari hari yang baik untuk hari pernikahan. Namun tidak sedikit yang bingung untuk cara mencari hari pernikahan.

Untuk mencari hari pernikahan syarat utama yang harus diperhatikan adalah mengetahui hari dan pasaran. Dan juga jumlah neptu setelah tahu hari dan pasarannya. Jika anda belum tahu untuk perhitungan neptu hari, bulan dan tahun, bisa dibaca di postingan saya tentang neptu hari, bulan dan tahun jawa.

Jika sudah paham dan mengatahui hari serta jumlah neptu, maka sekarang kita mulai cara-cara menentukan hari pernikahan.

Sebenarnya caramenentukan hari pernikahan ini sangat sederhana, yaitu menggunakan rumus ; hari pernikahan menggunakan hari lahir mempelai laki-laki, sedangkan pasarannya menggunakan pasaran mempelai perempuan.

Jadi misalkan ;

Hari dan pasaran lahir mempelai laki-laki ; senin pon
Hari dan pasaran lahir mempelai perempuan ; rabu pahing
Maka hari untuk pernikahan adalah hari lahir mempelai laki-laki yaitu senin. Dan untuk pasarannya menggunakan pasaran mempelai perempuan yaitu pahing.

Jadi hari pernikahan jatuh pada hari senin pahing.
Namun tidak serta merta langsung ditentukan hari senin pahing, ada lagi aturan yang harus dihindari setelah hari ditentukan.

Berdasarkan contoh diatas misalkan hari sudah ditentukan senin pahing, maka yang harus dihindari adalah tanggal jawa saat jatuhnya hari yang sudah ditentukan.
Berikut adalah daftar tanggal yang harus dihindari ;

Suro ;  7, 17,27
Sapar ; 2, 12, 22
Mulud ; 3, 13, 23
Bakda mulud ; 5, 15, 25
Jumadil awal ; 6, 16, 26
Jumadil akhir ;1, 11, 21
Rejeb ; 2, 12, 22
Ruwah ; 4, 14, 24
Pasa ; 5, 15, 25
Sawal ; 7, 17, 27
Dulkaidah ; 1, 11, 21
Besar ; 3, 13, 23

Itu adalah tanggal yang harus dihindari, misalkan hari senin pahing sesuai contoh diatas pada tanggal dan bulan tersebut diatas maka sebaiknya dihindari.

Lalu selain itu hendaknya jangan melakukan pernikahan pada bulan suro. Lalu juga jangan melakukan pernikahan pada bulan dimana orang tua anda dulu melakukan pernikahan. Misalkan orang tua anda dulu menikah pada bulan february, maka hindari juga bulan tersebut.

Perhitungan menentukan hari pernikahan ini berdasarkan kurup neptu, yang sering dilakukan oleh orang Solo bagian utara. Tentu masih banyak cara-cara lain untuk menentukan hari pernikahan.

contoh:

Kalau mempelai pria wetonnya senin kliwon, dan mempelai wanita kamis pon itu baiknya tgl/bln pernikahannya kpn ya mas? Suwun...

berarti senin pon, kalo masalah bulan asal jangan bulan suro aja.. misalkan senin pon di bulan yang dipilih bertepatan di tanggal yang harus dihindari(lihat posting) baiknya cari bulan lain, asalkan hari tetap pada senin pon..

http://irwan-wicaksono.blogspot.com

Kembali Ke Beranda
Baca artikel selanjutnya > 2. Mempersiapkan Bugjet / Dana Pernikahan 

Minggu, 07 Oktober 2012

Pemilihan Hari Baik Pernikahan Untuk Agama Hindu


Berikut ini adalah pemilihan hari baik menurut hukum Hindu yang dikutip dari http://www.hukumhindu.or.id.

Pemilihan hari baik Agama Hindu dapat dibaca di Artikel di bawah ini :

Di Bali, upacara pernikahan / pawiwahan sangatlah di sakralkan. karena dari sinilah seseorang akan memulai kehidupan barunya sesuai dengan tujuan agama dan tujuan pernikahan itu sendiri. berkenaan dengan hal tersebut diperlukan hari baik untuk memperlancar proses pernikahan serta pencapain tujuan yang dimaksud.

adapun hari baik yang biasa digunakan dibali berdasarkan Wariga – Dewasa, dimana ada hari – hari yang sangat baik untuk melaksanakan upacara dan ada juga hari yang harus dihindari dalam pelaksanaan upacara pernikahan tersebut.

berikut hari baik yang biasa dipilih dalam rangkan pelaksanaan upacara Pernikahan / pawiwahan:

Pernikahan menurut Sapta Wara;

1. Redite / Minggu = Buruk
2. Soma / Senin = Menemukan Kebahagiaan
3. Anggara / Selasa = Sengsara
4. Budha / Rabu = Sangat Baik
5. Wrespati / Kamis = Kinasihaning Jana
6. Sukra / Jumat = Berbahagia, Mewah
7. Saniscara / Sabtu = Percekcokan, sengsara

Agar rukun dan berbahagia, pilihlah ;

* hari “Senin Wage tanggal ping 1”, maka kerahayuan, kebahagiaan serta putra yang luih utama akan diperoleh.
* hari “Rabu Pon tanggal ping 10”, maka kebahagiaan akan menyelimuti keluarga anda.

Rumus Pemilihan Hari Baik Pernikahan Menurut Tri Pramana:
(Urip Saptawara + Urip Pancawara + Urip Sadwara Suami & Istri) : 16. sisa;

1. = Bergejolak, mesti tahan uji.
2. = Selalu menghadapi kesulitan, Banyak pengeluaran
3. = Selalu kecewa
4. = Sulit mendapatkan keturunan
5. = terus mengalami kemajuan, rejeki berlimpah, meningkat terus
6. = Penderitaan
7. = Meningkat tetapi sangat lambat
8. = Serba kekurangan
9. = Mewah, kaya raya tetapi sering ricuh dan perebutan kekayaan
10. = Berwibawa
11. = Selalu dalam keadaan puas
12. = Murah rejeki
13. = Langgeng, panjang umur
14. = Berbahagia
15. = Teramat Buruk, sering mengalami kesusahan
16. = Selalu Rukun

Pemilihan Hari Pernikahan Menurut Bulan / Sasih

* Juli / Kasa Shrawana, = Buruk, anak sakit – sakitan
* Agustus / Karo, Bhadrapada = Buruk, Sengsara
* September / Katiga, Asuji = Banyak memiliki keturunan
* Oktober / Kapat, Kartika = murah rejeki
* November / Kalima, Margasirsa = Berlimpah, mewah
* Desember / Kanem, Pausya = Buruk, susah memiliki keturunan
* Januari / Kapitu, Magha = Dirgayusa, langgeng
* Februari / Kaulu, Phalguna = Serba kekurangan
* Maret / Kasanga, Caitra = Sangat Buruk, penuh penderitaan
* April / Kadasa, Waisyaka = Sangat Baik, Berbahagia, berwibawa
* Mei / Jyestha = Buruk, hidup susah
* Juni / Sadha = Buruk, Serba kekurangan

Pemilihan Hari pernikahan berdasarkan Penanggal / Panglong (dimulai setelah hari Purnama/Tilem);

1. = Menemukan kebahagiaan
2. = Berkecukupan
3. = Banyak keturunan
4. = Suami lekas meninggal
5. = Menemukan kebahagiaan, langgeng
6. = menemui kesengsaraan
7. = menemukan kerukunan
8. = Sangat Buruk, menemukan kematian
9. = Sangat Buruk, sangat sengsara
10. = murah rejeki
11. = serba kekurangan
12. = menemukan kesusahan
13. = mewah, berlimpah
14. = sering cekcok, penuh dengan pertengkaran, keributan
15. = sangat teramat buruk.

Amerta Yoga = sangat biaik melaksanakan Manusa Yadnya, adapun hari yang dimaksud antara lain;

* Soma Klion Landep
* Soma Umanis Taulu
* Soma Wage Medangsia
* Soma Klion Krulut
* Soma Umanis Medangkungan
* Soma Paing Menail
* Soma Pon Ugu
* Soma Wage Dukut

Dewa Mentas = Hari baik untuk semua jenis pekerja, Purnama nemu Wrespati.

selain itu dapat juga memilih hari lainnya dengan mempertimbangkan hari – hari diatas, tentunya juga meminta pertimbangan para tetua adat dan sulinggih.
PERINGATAN!!!

Jangan sesekali Melaksanakan Pernikahan pada hari – hari tertentu karena sangat teramat buruk, bisa menyebabkan Kesusahan, pertengkaran, sampai kematian. adapun hari- hari tersebut diantaranya;

1. “hari atau Wuku yang berisi RANGDA TIGA”, seperti Wuku; Wariga, Warigadean, Pujut, Pahang, Menail, Prangbakat.
2. “Uncal Balung” dari Anggara Wage Galungan (Penampahan Galungan) sampai Budha Klion Pahang ( Pegat Uakan).
3. “Mrta Papageran” Sangat buruk, yaitu; Saniscara / Sabtu nemu Purnama atau Yama.
4. “Kalebu Rau” Sangat buruk, yaitu; Soma / Senin nemu Tilem atau Beteng.
5. “Purwanin dina” tidak baik melakukan pekerjaan / membuat dewasa, yaitu ; Anggara Klion / anggarkasih, Budha Klion, Sukra Wage, Saniscara Klion / Tumpek.
6. “Purwanin Sasih” tidak baik melakukan pekerjaan / membuat dewasa, yaitu ; tanggal dan panglong ping 6, 8, 14.

Dewasa Ayu NGANTEN, pawiwahan atau pernikahan

setiap orang pasti ingin membangun rumah tangga yang bahagia, memiliki keluarga yang rukun tentram dan memiliki keturunan yang bisa dibanggakan…
tapi untuk mencapai hal tersebut, sangat dipandang perlu persiapan – persiapan untuk menopang hat tersebut, salah satu diantaranya adalah pemilihan hari baik (dewasa Ayu) dalam memulai kehidupan rumah tangga.
orang Bali khususnya sangat mempercayai setiap kekuatan yang ada di alam bali ini, baik hari, waktu, tempat dan sarana upakaranya… untuk penentuan HARI BAIK biasanya orang bali mempercayakan pada para tetua adat atau pendeta, tapi bagai mana ceritanya bilasaja yang dipercayainya tersebut hanya berpedoman pada KALENDER BALI saja, tanpa mengindahkan WARIGA AGUNG.. tentunya akan banyak kekurangan yang akan berakibat pada kurang maksimalnya kualiatas kluarga yang akan terbentuk. untuk itu tidak ada salahnya kita belajar sedikit tentang WARIGA AGUNG dalam hal ini pemilihan hari baik untuk PERNIKAHAN.
berikut ini saya mencoba mempaparkan DEWASA AYU dalam memilih hari baik Pernikahan / pawiwahan / Nganten…

PAWIWAHAN

MAHAYU SARIRA NUJU PENANGGAL

I. SAPTA WARA
SOMA >> BECIK, Ngamolihang Keselametan Kluarga
SOMA PAING, Penanggal Ping 5 (PANCA WERDI)
SOMA PAING, Penanggal Ping 11 (MABUNCING) – Melah Pisan
BUDA >> BECIK HIDUP BAGIA
BUDA PAING, Penanggal 13 nuju wuku LANDEP (DINA WIBUH, Mabiseka Ratu Becik)
BUDA PON, Penanggal 10 (DINA KAHURIPAN)
BUDA PAING, Penanggal 5 (PANCA MERTHA)
WRASPATI >> SENANG, KLUARGA BAHAGIA
SUKRA >> SELAMAT
SUKRA PAING Penanggal Ping 10 lan Ping 2 (DASA MERTHA)

II. PANANGGAL
PING 1 > Becik, Selamat Sentosa
PING 2 > Kesayangan Olih Kluarga
PING 3 > Akeh Madue Sentana / Putra
PING 5 > Selamet
PING 7 > Bagia Ring Kahuripan
PING 10 > Bagia Wibuh, Kasayang Olih Para Jnana
PING 13 > Becik

III. SASIH
KETIGA > Senang, Akeh Madue Putra / Selamat
KAPAT > Madruwe Artha Brana, Kinasihan Olih Sawitra
KALIMA > Rejeki Akeh
KAPITU > Selamat
KADASA > Lintang Becik ( WAS NGANTEN )

IV. DASA GUNA >> Dewasa Ayu
Buda nemu Purnama / Tilem

V. KAMA JAYA >> Dewasa untuk Pernikahan / Pertemuan
Buda Penanggal Ping 2 lan Ping 3

VI. DINA JAYA >> Kemenangan
Soma Penanggal 5, Buda Penanggal 3, Wraspati Penanggal 2 lan Sukra Penanggal 1.

VII. MESAKAPAN
Sukra Penanggal Ping 2

SANE KAON

I. WUKU
TANPA GURU >> Kuningan, Medangkungan, Kelawu lan Gumbreg.
RANGDA TIGA >> Wariga, Warigadian, Pujut, Pahang, Menail, Prangbakat.

II. SAPTA WARA
REDITE >> Ala, Ngemasin Duka Mapuwara Pasah
ANGGARA >> Ala / Lara Tan Mari, Lanang Wadu Nemu Sengsara
SANISCARA >> Dahat Kaon, Pranabaya Ngemasin Mati.

III. PENANGGAL
PING 4 > Kepegatin Swami
PING 6 > Maha Duka
PING 8 > Ala Pisan, Setata Nemu Baya
PING 11 > Tuna Wredia PENGELONG kelidin
PING 12 > Sengsara
PING 14 > Wiruda, Pasah Ngemasin
PING 15 > Ala Pisan, Sengsara (purnama)

IV. SASIH
KASA > Kasengsaran
KARO > Punggung Tiwas, Nemu Sungsut
KANEM > Kapunggelan Tresna
KAWULU > Tan Pasangu, Nandang Sengsara
KESANGA > Kelaran, Kaos Tiwas Liglig
DESTA / SADHA > Coran, Ngawe Uyut
PASAH, PATI Kelidin

V. TITI BUWUK
SINTA, Anggara Wage
LANDEP, Buda Paing
UKIR, Sukra Umanis
KULANTIR, Buda Umanis
TAULU, Buda Pon
GUMBREG, Wraspati Manis
WARIGA, Soma klion
WARIGADIAN, Soma Paing
JULUNGWANGI, Soma Wage
SUNGSANG, Buda Pon
DUNGGULAN, Sukra Paing
KUNINGAN, Sukra Wage
LANGKIR, Wraspati Klion
MEDANGSIA, Wraspati Paing
PUJUT, Sukra Klion
PAHANG, Sukra Paing
KRULUT, Wrespati Pon
MERAKIH, Redite Umanis
TAMBIR, Buda Umanis
MEDANGKUNGAN, Soma Umanis
MATAL, Anggara Wage
UYE, Wraspati Pon
MENAIL, Saniscara Paing
PRANGBAKAT, Wrespati Paing
BALA, Buda Pon
UGU, Redite Paing
WAYANG, Redite Wage
KELAWU, Redite Umanis
DUKUT, Redite Pon
WATUGUNUNG, Redite Klion

VI. PATI PATEN >> Saluirin Gae Pelih
Sukra Tilem lan Sukra Penanggal / Panglong Ping 10

VII. KALA JENGKING
Kajeng, Wage, Maulu > tapi Baik untuk membuat Keris / Senjata Tajam / Pelatih

VIII. SAMPAR WANGKE
Soma nuju wuku: Sinta, Wariga, Langkir, Tambir, Bala

nah sekian dulu info tentang WARIGA ini, mudah – mudahan bermanfaat bagi para semeton sami

Ditulis oleh cakepane
http://www.hukumhindu.or.id/pemilihan-hari-baik-untuk-pernikahan/

Kritik dan saran bisa dikirim disini.

BACA JUGA ARTIKEL PERNIKAHAN SELANJUTNYA >> 2. Merencanakan Biaya Dana / Bugjet Pernikahan

Minggu, 09 September 2012

Persiapan Transportasi Pernikahan


Transportasi adalah pemindahan manusia atau barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan sebuah kendaraan yang digerakkan oleh manusia atau mesin. Transportasi digunakan untuk memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Ini mah semua sudah tau, lalu apa yang perlu di ingat penggunaan alat transportasi dalam pernikahan?
Dalam pernikahan alat transportasi dapat dikatakan sangat penting, fungsinya adalah jika anda akan melakukan akad nikah/pemberkatan yang cukup jauh dari rumah anda maka alat transportasi ini cukup mempunyai peranan penting. Yang perlu diperhatikan adalah, bahwa anda dan kerabat anda yang anda undang di acara akad akan dapat berangkat bersamaan dengan rombongan anda nantinya, jangan sampai anda melalaikan saudara/kerabat anda yang tidak mempunyai alat transportasi sendiri.
Lalu berapakah jumlah mobil yang harus digunakan?
Dalam penggunaan mobil ini biasanya adalah sebagai berikut :
Jumlah mobil yang Anda sewa akan tergantung pada harga dan kebutuhan Anda. Banyak pasangan pengantin memilih untuk menyewa dua mobil. Sebelum upacara, satu mobil akan mengangkut pengantinpria dan pengiring pria dan yang lain akan memiliki pengantin dan pengiring pengantin. Kemudian setelahupacara, pengantin bisa naik di dalam mobil mereka sendiri dan sisa pesta pernikahan diangkut ke situsresepsi di mobil yang lain. Jika hal ini terjadi, Anda akan perlu menentukan berapa banyak orang akan didalam mobil pada waktu tertentu sehingga pernikahan mobil Anda perusahaan mempekerjakan tahu bagaimana memenuhi kebutuhan Anda.
Setelah mengetahui jumlah mobil yang akan anda gunakan maka setelah itu adalah sebagai berikut :
#Pesan lah jauh-jauh hari sebelum acara anda dilakukan, untuk mengingat kendala ketersediaan persewaan mobil, atau persiapan merias mobil pengantin. Anda dapat booking persewaan mobil ini tanpa harus tau tentang detail hari H anda akan dilaksanakan, yang penting adalah bulan acara anda, yang nantinya persewaan mobil, kerabat yang anda mintakan tolong memberikan waktu tersebut untuk acara anda.
#Tampilan Mobil Transportasi Pernikahan
Dalam memilih mobil transportasi pernikahan, ini terserah anda, apakah akan mewah, standar atau biasa saja, tapi yang perlu di ingat adalah akses untuk menuju tempat lokasi akad/pemberkatan dilanjut dengan resepsi anda dapat di akses dengan kendaraan tersebut, dan juga kenyamanan dan vitalitas kendaraan tersebut.
#Menentukan berapa jumlah anggota kerabat yang akan anda sertakan dalam iring-iringan anda.
Anda dapat menentukan jumlah anggota kerabat anda yang akan anda sertakan di tempat akad/pemberkatan dan dilanjutkan ke tempat resepsi anda. Tentunya dengan menghitung berapa orangkah yang akan anda sertakan akan mempermudah penggunaan alat transportasi nantinya.
#Pastikan Driver atau Sopir Menguasai jalan.
Pastikan Sopir/Driver anda mengetahui jalan yang dilalui untuk ke tempat akad/pemberkatan dan resepsi anda. Jika perlu anda terangkan jalan yang dilalui dan jalan alternatif yang nantinya dilalui jika sewaktu waktu jalan utama terjadi macet atau masalah. Memberikan peta dan waktu acara step by step anda ke driver/sopir anda.
#Waktu Perjalanan Dari Rumah Ke Lokasi
Pastikan anda mengetahui waktu yang dibutuhkan dalam mencapai tempat lokasi akad/pemberkatan dan resepsi anda, jika perlu anda menyurvei lokasi akad dan resepsi anda. Lebih baik jika waktu itu dipahitkan 10-30 menit dari survei yang anda lakukan.

Yang perlu di ingat dalam menyewa/rental mobil adalah, perjanjian yang anda lakukan dalam penggunaan jasa rental tersebut. Biasannya di dalam kesepakatan sewa mobil ini adalah sampai dengan acara anda usai, bahkan tamu undangan anda dapat anda drop sampai dengan rumah mereka masing-masing. Jika perlu, beritahukan pada driver tentang job diskripsi anda, dan tidak ada salahnya jika anda meminta saran pada driver mobil pernikahan apakah bagaimana bagusnya dan apa saja kendalannya nantinya sehingga anda dan driver tidak terjadi mis komunikasi.

Dimana saya dapat menyewa atau menggunakan alat transportasi pernikahan ini?
Jika anda ingin hemat maka, cobalah hubungi relasi anda yang mempunyai kendaraan tersebut, apakah saudara/kerabat dekat anda. Tentunya jika anda menggunakan kendaraan dari kerabat anda anda akan bisa lebih hemat. Anda tinggal mengganti biaya atas bahan bakar yang digunakan nantinya.
Jika anda ingin sewa mobil pernikahan, maka hubungilah rental terdekat/yang anda percaya/teman rekomendasikan. Karena akan melancarkan acara anda nantinya.

Kapan waktu yang perlu diperhatikan dalam menyewa dan menghubungi kerabat?
Waktu yang tepat adalah 40H sebelum acara hari H anda, agar anda mempunyai waktu luang jika terjadi kendala dalam mempersiapkan acara pernikahan anda yang lain.


Baca juga artikel selanjutnya Persiapan Mental Pernikahan.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More
Selamat datang di artikelnikah.com adalah situs kumpulan tentang seputar pernikahan, apa yang perlu dipersiapkan sebelum pernikahan dan tips-tips menghadapinya, dapat anda temukan di artikelnikah.com. artikelnikah.com juga menghadirkan voting tentang relevansi waktu persiapan nikah, layaknya sebuah acara nikah, dan masih banyak lagi. Anda sebagai pengunjung juga dapat mengisi kritik dan saran, atau mengirim artikel yang anda ketahui tentang pernikahan apapun itu di kirim melalui menu kirim artikel. Kami akan menampung dan memposting kiriman anda untuk keperluan pencari info bagi pengunjung yang lain. Terimakasih dan selamat berkunjung, salam artikelnikah.com.